Harga Emas Dunia Menguat Setelah Kesepakatan Damai Iran-AS

18 hours ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat selama tiga sesi berturut-turut pada Senin, 15 Juni 2026 (Selasa waktu Jakarta) . Bahkan, harga emas ke level tertinggi lebih dari seminggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati syarat untuk mengakhiri perang. Hal ini menjadi sebuah langkah yang meredakan harapan kenaikan suku bunga.

Mengutip CNBC, Selasa, (16/6/2026), harga emas spot naik 2,6% menjadi US$ 4.327,82 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 5 Juni pada awal sesi perdagangan. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 2,7% ke US$ 4.351,6.

Indeks dolar AS turun 0,2%, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Pejabat AS menuturkan, sebuah nota kesepahaman untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden  ASJD Vance, dan ketua parlemen Iran. Laporan sebelumnya dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa kesepakatan itu akan ditandatangani secara resmi dalam sebuah upacara di Jenewa pada Jumat.

"Pasar emas bergerak melewati konflik dan mengabaikannya. Berita kesepakatan damai menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah, dolar, dan minyak, dan itu adalah risiko inflasi dan risiko lintas aset terbesar,” ujar Chief Market Blue Line Futures, Phillip Streible.

Emas telah menghadapi tekanan sejak konflik Iran dimulai karena harga energi yang tinggi dan kekhawatiran inflasi meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Hal itu cenderung membebani aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Setelah kesepakatan kerangka kerja, pelaku pasar menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Desember menjadi 58% dari hampir 70% minggu lalu, menurut alat CME FedWatch.

Perhatian kini beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni, pertemuan pertama Ketua Kevin Warsh. Hal ini seiring pasar mencari petunjuk tentang prospek suku bunga.

“Pergerakan harga emas selanjutnya sepenuhnya bergantung pada Warsh, nada bicaranya, dan apa yang akan dia katakan tentang jalur suku bunga,” ujar Streible.

 Sementara itu, Singapura akan membangun sistem kliring emas di luar bursa dan memperkenalkan layanan penyimpanan emas bank sentral.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |