Harga Emas Perhiasan 22 Juni 2026: Cek Rincian di Sini

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat pada Senin, (22/6/2026). Harga emas naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu. Kenaikan harga emas itu seiring harga minyak dunia yang melemah di tengah perkembangan negosiasi damai Amerika Serikat (AS)-Iran. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada Senin, (22/6/2026)?

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 4.197,41 per ons pada pukul 02.38 GMT, setelah turun ke level terendah sejak 11 Juni. Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus melemah 0,7% menjadi US$ 4.215,90.

Pembicaraan tingkat tinggi antara AS-Iran di Swiss berakhir pada Senin, 22 Juni 2026. Pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan, pembicaraan berjalan baik.

Pernyataan bersama dari negara-negara mediator Qatar dan Pakistan mengatakan, AS dan Iran sepakat menyusun peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari.

“Situasi saat ini di Swiss sangat berbeda dari beberapa jam yang lalu, ketika kedua pihak berselisih, tetapi sekarang tampaknya mereka membuat beberapa kemajuan,” ujar Analis Marex, Edward Meir.

Meir menuturkan, perdagangan akan berlangsung berdasarkan pedoman geopolitik sementara waktu. Namun, situasi dapat berubah-ubah.

Harga minyak Brent turun lebih dari 1% setelah pengumuman tersebut. Harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan harapan kenaikan suku bunga. Emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan bunga.

Sementara itu, penekanan ketua the Federal Reserve Kevin Warsh pada inflasi saat konferensi pers pekan lalu, tanpa komentar yang lebih bernuansa tentang apa yang mungkin menjadi ambang batas kenaikan suku bunga, membuat investor menyimpulkan kenaikan akan segera terjadi.

Sembilan dari 19 pembuat kebijakan the Fed yakin perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini.

Pelaku pasar melihat peluang kenaikan suku bunga 89% pada Desember, naik dari 61% sebelum pertemuan the Fed, menurut CME FedWatch Tool.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |