Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak Perang AS-Iran

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat seiring semakin banyak kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global, meskipun terjadi serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman.

Dikutip dari CNBC, Jumat (27/6/2026), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 4,34% menjadi US$ 71,99 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus merosot 3,74% ke level US$ 69,23 per barel.

Ini pertama kalinya harga minyak WTI berada di bawah US$ 70 per barel sejak 27 Februari, sehari sebelum pecahnya perang Iran.

Penurunan harga terjadi karena pelaku pasar mulai meyakini bahwa risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah berangsur mereda. Investor juga terus mencermati perkembangan diplomatik yang dinilai dapat mengurangi ancaman terhadap rantai pasok energi global.

Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya berakhir. Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada MS NOW bahwa Iran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat pantai Oman, tepatnya di kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, kapal tersebut berbendera Singapura. Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menuduh Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan pesawat nirawak (drone) di kawasan Selat Hormuz.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan kapal yang diserang tetap dapat melanjutkan pelayaran meski mengalami kerusakan. Ia juga mengklaim militer AS berhasil menembak jatuh tiga drone lainnya.

"Kerusakan memang terjadi, tetapi kapal tersebut tetap bisa melanjutkan perjalanan. Kami juga berhasil menjatuhkan tiga drone lainnya. Jelas ini merupakan pelanggaran yang tidak masuk akal terhadap perjanjian gencatan senjata," tulis Trump.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |