Harga Minyak Melesat Usai AS Menyerang Iran

15 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melonjak pada Kamis, (11/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer putaran baru terhadap Iran. Hal itu memicu kekhawatiran perang Iran dapat berlarut-larut, mengganggu pasokan energi untuk waktu lebih lama.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juli naik 2,94% menjadi US$ 92,68 per barel. Harga minyak Brent, yang merupakan patokan internasional untuk pengiriman Agustus menguat 2,52% menjadi US$ 95,45 per barel.

Dalam sebuah unggahan di X, Komando Pusat AS mengatakan, pasukan Amerika telah mulai "melancarkan serangan pertahanan diri tambahan hari ini pukul 17.15 ET terhadap beberapa target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi." Militer mengatakan, operasi tersebut dilakukan "sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan."

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan, Teheran telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal AS yang beroperasi di Selat Hormuz.

Serangan terbaru ini menyusul komentar Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari itu yang memperingatkan Washington akan mengintensifkan respons militernya terhadap Iran. Trump terus mendorong Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Meskipun terjadi peningkatan baru dalam konflik AS-Iran, Rystad Energy mengatakan pada Kamis, pasar minyak berada dalam posisi yang lebih baik untuk menyerap gangguan daripada krisis sebelumnya. Hal ini dengan alasan ekspor minyak mentah AS yang mencapai rekor, permintaan China yang lebih lemah, dan rute ekspor alternatif yang mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Namun, wakil presiden senior perusahaan konsultan tersebut, Jorge Leon, memperingatkan peluang terobosan diplomatik dalam waktu dekat telah berkurang, membuat harga minyak rentan terhadap fluktuasi tajam karena investor menilai apakah permusuhan terbaru akan tetap terkendali atau berkembang menjadi konflik yang lebih berkepanjangan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |