Harga Perak Antam Hari Ini Melambung Rp 1.600

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Senin, (15/6/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan emas Antam.

Berdasarkan laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 1.600 menjadi Rp 47.150. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 45.550.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,9%. Harga perak batangan 250 gram di banderol Rp 12.312.500 dan perak batangan 500 gram di Rp 23.700.000.

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 3,8% menjadi US$ 70,35. Harga perak melonjak mendekati US$ 71 per ons pada Senin, naik dalam seti ketiga berturut-turut setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai yang akan Kembali membuka Selat Hormuz.

Harga minyak turun ke level terendah dalam dua bulan setelah pengumuman itu, meredakan kekhawatiran atas meningkatnya inflasi dan prospek kenaikan suku bunga yang telah membebani logam mulia.

Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni. Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan blockade, keringanan sanksi untuk Iran dan pengungkapan program nuklir Teheran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) akan mengadakan pertemuan kebijakan pertama pekan ini di bawah ketua the Fed baru Kevin Warsh. The Fed diprediksi tetap menahan suku bunga.

Selain itu, Bank Sentral Australia juga akan mempertahankan suku bunga. Sedangkan Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga untuk menopang mata uang.

Prediksi Harga Emas Sepekan

Sebelumnya, harga emas dunia mengalami pergerakan bergejolak sepanjang pekan lalu. Tekanan datang dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, memanasnya kembali konflik di Timur Tengah, serta meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Kitco News, Senin (15/6/2026), pada awal pekan lalu harga emas spot sempat naik hingga menyentuh US$ 4.362,94 per ons. Namun, setelah Iran mengisyaratkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel dan inflasi AS pada Mei tercatat sebesar 4,2 persen secara tahunan, harga emas berbalik turun tajam.

Logam mulia tersebut bahkan sempat menyentuh level terendah mingguan di US$ 4.023,10 per ons pada Rabu, sebelum akhirnya pulih dan ditutup di level US$ 4.210,52 per ons pada akhir pekan.

Survei mingguan Kitco News menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati menjelang pertemuan The Fed. Sementara itu, sentimen investor ritel berubah menjadi bearish setelah harga emas mendekati level US$ 4.000 per ons.

Prediksi Analis

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai harga emas kemungkinan telah mencapai titik terendahnya.

"Naik. Probabilitasnya, meskipun tidak terlalu besar, menunjukkan bahwa emas kemungkinan telah mencapai titik terendahnya. Seiring konflik Iran mendekati akhir, dolar AS akan kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe haven dan hal itu akan menjadi positif bagi emas. Selain itu, penurunan harga minyak akan mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga," ujarnya.

Di sisi lain, analis pasar senior Trade Nation, David Morrison, masih memandang prospek emas dalam jangka pendek cenderung negatif.

"Jika kesepakatan damai tercapai dan hal itu menyebabkan penurunan signifikan dolar AS, yang belum tentu terjadi, maka emas dapat kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar. Namun untuk saat ini, meskipun reli kemarin cukup kuat, emas masih berada di zona berbahaya," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |