Imbauan Menteri ESDM Agar Masyarakat Gunakan Energi Secara Bijak

18 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus menyusun berbagai langkah untuk menekan konsumsi energi di tengah lonjakan harga energi global, khususnya minyak akibat konflik di Timur Tengah, termasuk perang di Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak demi menjaga ketahanan nasional.

Salah satu kebijakan yang segera diterapkan adalah skema kerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini telah diputuskan dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah menargetkan kebijakan ini mampu menekan konsumsi BBM hingga 20%, meski dampaknya terhadap ekonomi masih terus dikaji.

Wacana WFH sendiri telah disampaikan Bahlil sejak pertengahan Maret, seiring meningkatnya kekhawatiran akan potensi krisis energi global akibat konflik geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan minyak.

Selain mendorong kebijakan tersebut, Bahlil juga mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana dalam menghemat energi, salah satunya penggunaan LPG secara efisien.

"Sekalipun kita sudah dalam kondisi yang baik, saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak, yang tidak perlu saya sarankan jangan. Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros," pinta Bahlil. 

Ia menegaskan, meski pasokan gas nasional masih dalam kondisi baik, partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk menjaga ketersediaannya.

"Kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana,"jelasnya.

Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, apalagi hingga diperjualbelikan kembali.

Ia menegaskan bahwa SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat, bukan untuk kepentingan industri atau praktik penimbunan.

“Jangan sampai masih ada yang ngantre di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk ngangkut, tetapi itu abis itu diantri, abis itu dijual lagi. Ya ini saya pantau terus di lapangan,” katanya.

“Saya ingin menyampaikan, tolong kita memakai energi dengan bijak. SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana,” ujar Bahlil.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Pembelian BBM sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan harian.

“Kalau satu hari cukup 30 liter atau 40 liter, ya cukup. Tidak usah ada rasa panik. Pakailah secukupnya,” katanya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |