Investor Kakap Tanam Modal, Bukti Iklim Investasi Indonesia Menjanjikan

3 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengungkap ada investor besar dunia yang menanamkan modalnya di Indonesia. Menurutnya, hal ini jadi bukti investasi di Indonesia masih menjanjikan.

Rosan mengatakan, ada pengusaha besar kelas dunia yang akan mengucurkan investasinya ke Tanah Air. Mengenai detailnya, Rosan menyebut akan mengumumkannya siang ini di Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Nanti saya sampaikan investasi juga yang baru masuk dari waktu saya ke luar negeri itu yang masuk adalah para investor besar dunia. Nanti saya akan jabarkan secara detail nanti di Istana pada hari ini," kata Rosan usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dia meyakini investasi yang masuk ke Indonesia tetap terjaga. Menurutnya, banyak investor yang menanamkan modalnya adalah untuk komitmen jangka panjang.

"Jadi mereka percaya bahwa kestabilan dan juga kepastian untuk berinvestasi di Indonesia ini masih terjaga dengan baik," ucap dia.

Rosan membantah kabar banyak investor enggan masuk Indonesia. "Terlepas beritanya di luar seperti apa, dibilangnya 'oh, apa investasi yang masuk negara luar atau siapapun investasi ke Indonesia yang sekarang pada gak mau', saya buktikan dengan angka, saya buktikan dengan number, saya buktikan dengan statistik," beber Chief Executive Officer (CEO) Danantara ini.

Butuh Rp 13.000 Triliun Investasi hingga 2029

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengungkap kebutuhan investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Lebih dari Rp 13.000 triliun perlu digiring masuk Indonesia untuk menopang target tersebut.

Rosan menyampaikan, Presiden Prabowo Subiato menargetkan ekonomi tumbuh 8 persen pada 2029 mendatang. Untuk itu, dibutuhkan angka investasi yang tidak sedikit dalam 5 tahun kedepan. Angkanya ditargetkan mencapai Rp 13.032,8 triliun.

"Ini adalah target yang diberikan, sehingga dana yang diperlukan pada tahun 2025-2029, target tersebut adalah Rp 13.032,8 triliun. Ini peningkatan kurang lebih 43 persen dari realisasi selama 10 tahun terakhir, memang peningkatannya mengalami cukup signifikan," kata Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026).

Informasi, dalam kurun waktu 2014-2024, jumlah investasi yang dikumpulkan mencapai Rp 9.117,4 triliun. Angka lebih besar harus dicapai dalam waktu yang jauh lebih singkat demi pertumbuhan ekonomi. Rp 13.032,8 triliun perlu dicapai pada periode 2025-2029.

Tak Sebatas Cari Dana

Melihat data yang dimiliki Rosan, tren tambahan pertumbuhan ekonomi selaras dengan kenaikan realisasi investasi. Pada 2024 misalnya dengan pertumbuhan ekonomi 5,03 persen, jumlah investasi masuk mencapai Rp 1.714,2 triliun. Pada 2025, ekonomi tumbuh 5,11 persen dengan realisais investasi Rp 1.931,2 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara ini memastikan investasi yang masuk tidak sekadar angka. Melainkan turut melihat dampak pada pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

"Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besaran nominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masih masuk ini adalah investasi yang berkualitas," ucapnya.

"Di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional," sambung Rosan.

Prabowo Panggil Menteri Bahas Investasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, terkait meningkatnya kepercayaan dunia internasional dan tingginya minat investasi asing ke Indonesia.

"Presiden menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Minggu.

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," sambungnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |