Janji Mentan Amran ke Petani Usai Penyesuaian Harga BBM

2 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin petani di Papua tidak terbebani biaya logistik imbas kenaikan harga BBM. Ini menjadi mandat Presiden Prabowo Subianto.

Amran mengaku akan menjalin koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) mengenai dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Dia juga akan menyelesaikan persoalan biaya logistik bagi petani.

"Kami akan koordinasi dengan Pertamina, tadi Pak Pangdam usulkan sudah bilang, insya Allah kita selesaikan," kata Amran usai bertemu kepala daerah Papua di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dia memastikan lagi kelompok petani tidak menanggung beban tambahan. Apalagi, BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan harga. Meskipun, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian.

"Jadi petani jangan dibebani, kita sepakat karena arahan Bapak Presiden, petani jangan dibebani. BBM kan tidak naik, benar enggak? BBM subsidi," tegas dia.

Informasi, harga Pertamax mengalami penyesuaian jadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertalite yang disubsidi pemerintah masih tetap di harga Rp 10.000 per liter.

Sepeda Motor Tak Dibatasi Beli Pertalite

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia memastikan tidak ada pembatasan bagi sepeda motor membeli BBM Pertalite. Namun, dia meminta tak ada yang menimbun BBM subsidi tersebut.

Anggia menerangkan, proses pengendalian konsumsi Pertalite dan BBM Subsidi oleh kendaraan roda empat atau mobil akan dilakukan. Salah satunya melalui pindai barcode yang telah dijalankan selama ini. Namun, sepeda motor tidak akan dibatasi untuk membeli Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

"Untuk motor tidak akan ada pembatasan apapun. Itu sudah jelas disampaikan oleh Pak Menteri bahwa untuk kendaraan roda dua bebas," tegas Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Tak Boleh Ditimbun

Meski tak dibatasi, dia meminta tak ada penimbunan BBM dengan berbagai modus. Misalnya, mengisi BBM Subsidi secara berulang-ulang untuk ditimbun.

Modus tersebut akan membuat pasokan BBM Subsidi tidak stabil dan bisa berujung pada kelangkaan. Dia juga meminta masyarakat tidak panik untuk beli BBM subsidi.

"Jangan juga ada praktik-praktik helikopter yang bolak-balik tangkinya diisi bolak-balik SPBU kan juga banyak tuh. Itu juga yang mengakibatkan kondisinya jadi gak stabil," ucap Anggia.

"Tambah lagi jangan ada panik baying, jangan ada penimbunan. Itu yang mengakibatkan kelangkaan di mana-mana," sambung dia.

Peralihan Pengguna BBM

Anggia mengamini adanya peralihan antara produk BBM non subsidi, seperti dari Pertamax Turbo ke Pertamax. Namun, peralihannya disebut tidak begitu besar.

Dia juga mengamini ada peralihan dari pengguna Pertamax ke Pertalite sebagai BBM dengan subsidi pemerintah. "Masih belum ini ya terlalu banyak shiftingnya, alhamdulillah. Tapi yang paling penting itu tadi, bahwa semua juga harus aware dong, mana yang bukan haknya, jangan diambil," kata Anggia.

Dia menerangkan, Pertamina tetap melakukan pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM Bersubsidi. "Sehingga masyarakat yang memang harus dilindungi nih masyarakat bawah, petani, nelayan itu bisa tetap survive jalan terus roda perekonomiannya. Itu yang paling penting," imbuh dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |