Liputan6.com, Jakarta - Ketika dunia usaha masih bergulat dengan ketidakpastian ekonomi global, pelemahan daya beli di sejumlah sektor, perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat, hingga tekanan persaingan dari produk lintas negara, muncul satu pertanyaan besar yang terus menghantui para pelaku bisnis: bagaimana cara bertumbuh di tengah pasar yang terus berubah?
Pertanyaan itu menjadi semakin relevan bagi Indonesia yang kini berada pada fase penting dalam perekonomiannya. Sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan salah satu mesin pertumbuhan kawasan, Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di era integrasi ekonomi regional.
Di tengah dinamika tersebut, sebuah buku berjudul Navigating ASEAN: Proven Strategies for Consumer Goods from Scholar-Practitioners hadir menawarkan perspektif yang menarik. Buku ini ditulis oleh President Director and CEO of Kalbe Nutritionals (PT Sanghiang Perkasa), Rudolf Tjandra, bersama pakar pemasaran Amalia E. Maulana.
Bukan sekadar buku bisnis biasa, Navigating ASEAN mencoba menjawab bagaimana perusahaan dapat memahami konsumen Asia Tenggara yang sangat beragam, sekaligus menemukan strategi pertumbuhan yang relevan di tengah perubahan zaman.
ASEAN, Pasar yang Terlihat Sama Namun Sebenarnya Berbeda
Selama ini ASEAN kerap dipandang sebagai satu kawasan yang homogen. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Masyarakat Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, hingga Malaysia memiliki latar belakang budaya, preferensi konsumsi, dan pola pengambilan keputusan yang berbeda-beda. Kesalahan memahami perbedaan tersebut sering kali membuat strategi bisnis yang sukses di satu negara justru gagal di negara lain.
Melalui buku ini, Rudolf Tjandra dan Amalia E. Maulana mengajak pembaca melihat ASEAN dari perspektif yang lebih mendalam. Mereka memperkenalkan konsep emic dan etic, sebuah pendekatan yang membantu perusahaan memahami mana aspek perilaku konsumen yang bersifat universal dan mana yang sangat dipengaruhi oleh budaya lokal.
Di tengah derasnya arus globalisasi, pemahaman semacam ini menjadi semakin penting. Sebab konsumen saat ini tidak lagi membeli produk semata karena harga atau kualitas, tetapi juga karena relevansi produk tersebut dengan kebutuhan dan identitas mereka.
Saat Konsumen Indonesia Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan
Jika melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini, salah satu fenomena yang banyak dibahas adalah perubahan perilaku konsumen.
Masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sisi lain, mereka juga semakin kritis terhadap merek, mencari nilai tambah yang lebih besar, serta menginginkan pengalaman yang lebih personal.
Fenomena ini terlihat dari semakin berkembangnya ekonomi digital, meningkatnya dominasi e-commerce, hingga munculnya berbagai merek lokal yang mampu bersaing dengan pemain besar.
Dalam konteks tersebut, Navigating ASEAN menawarkan satu pesan penting, yaitu perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan strategi lama.
Apa yang berhasil lima tahun lalu belum tentu efektif hari ini.
Buku ini menyoroti pentingnya memahami Jobs To Be Done (JTBD), yaitu alasan mendasar mengapa konsumen memilih suatu produk. Pendekatan ini menggeser fokus perusahaan dari sekadar menjual produk menjadi membantu konsumen menyelesaikan masalah mereka.
Bagi pelaku usaha, konsep tersebut terasa sangat relevan dengan kondisi pasar Indonesia saat ini yang semakin kompetitif.
Belajar dari Kisah Nyata, Bukan Sekadar Teori
Salah satu daya tarik utama buku ini adalah banyaknya studi kasus nyata yang diangkat.
Pembaca akan menemukan berbagai kisah transformasi merek dan strategi bisnis yang pernah diterapkan di pasar ASEAN. Mulai dari sektor makanan dan minuman, produk kesehatan, hingga layanan digital.
Alih-alih dipenuhi teori akademik yang sulit dipahami, buku ini lebih banyak mengajak pembaca melihat bagaimana sebuah strategi diterapkan di lapangan.
Pendekatan tersebut membuat buku ini terasa dekat dengan para pelaku bisnis, profesional pemasaran, mahasiswa, hingga mereka yang tertarik memahami dinamika ekonomi kawasan.
Tidak berlebihan jika buku ini dapat disebut sebagai perpaduan antara pengalaman praktis seorang eksekutif dan ketajaman analisis seorang akademisi.
Relevan di Tengah Ambisi Indonesia Menjadi Kekuatan Ekonomi ASEAN
Indonesia saat ini memiliki target besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia dalam beberapa dekade mendatang.
Bonus demografi, perkembangan teknologi digital, pertumbuhan kelas menengah, serta posisi strategis di ASEAN menjadi modal penting untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, peluang besar selalu datang bersama tantangan yang tidak kalah besar.
Perusahaan-perusahaan Indonesia kini tidak hanya bersaing dengan kompetitor domestik, tetapi juga dengan pemain regional dan global yang semakin agresif masuk ke pasar nasional.
Karena itu, memahami bagaimana cara membangun merek yang relevan, memahami perilaku konsumen yang terus berubah, serta mengembangkan strategi yang adaptif menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Pesan-pesan inilah yang banyak ditemukan dalam Navigating ASEAN.
Buku yang Tidak Hanya untuk Pebisnis
Meskipun ditulis dari perspektif dunia bisnis dan consumer goods, buku ini sebenarnya memiliki audiens yang jauh lebih luas.
Mahasiswa ekonomi, praktisi pemasaran, pengusaha UMKM, profesional korporasi, hingga siapa saja yang ingin memahami bagaimana masa depan ekonomi ASEAN terbentuk dapat menemukan banyak insight menarik di dalamnya.
Terlebih, ketika pembahasan mengenai ASEAN sering kali hadir dalam bentuk data statistik atau laporan ekonomi yang berat, buku ini menawarkan pendekatan yang lebih praktis dan mudah dipahami.
Pembaca tidak hanya diajak memahami apa yang sedang terjadi, tetapi juga mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana cara meresponsnya.
Mengapa Buku Ini Layak Masuk Daftar Bacaan Anda?
Di tengah banjir informasi dan cepatnya perubahan ekonomi, kemampuan memahami konsumen menjadi salah satu aset paling berharga bagi sebuah organisasi.
Navigating ASEAN mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis bukan hanya soal modal, teknologi, atau skala perusahaan. Pada akhirnya, pertumbuhan ditentukan oleh seberapa baik sebuah organisasi memahami manusia yang dilayaninya.
Bagi mereka yang ingin melihat ASEAN bukan sekadar kumpulan negara, melainkan sebagai kawasan dengan peluang ekonomi luar biasa yang sedang tumbuh, buku ini menawarkan sudut pandang yang menarik.
Dan mungkin, di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi yang sedang terjadi saat ini, justru pemahaman yang lebih dalam tentang konsumen ASEAN adalah kompas yang dibutuhkan untuk menemukan arah pertumbuhan berikutnya.
Karena itulah, Navigating ASEAN: Proven Strategies for Consumer Goods from Scholar-Practitioners bukan hanya sebuah buku bisnis. Ia adalah panduan untuk memahami bagaimana masa depan ekonomi dan pasar konsumen Asia Tenggara sedang dibentuk hari ini.
Jika Anda ingin melihat bagaimana para praktisi berpengalaman membaca peluang, mengelola tantangan, dan membangun pertumbuhan di kawasan ini, Navigating ASEAN adalah bacaan yang patut dimiliki. Dapatkan ebook-nya di tautan ini dan mulai menavigasi peluang ASEAN dengan perspektif yang berbeda.
(*)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7898268/original/060485700_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547858/original/031537500_1775473870-dpr5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282587/original/088452000_1672910855-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259487/original/011686800_1781502722-Presiden_Prabowo_Subianto_memanggil_sejumlah_menteri_bidang_ekonomi-15_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8205500/original/056439000_1781064199-memanjang_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147015/original/001531900_1591619916-20200608-Suasana-Jam-Pulang-Kantor-Pekerja-di-Jakarta-TALLO-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259132/original/061664900_1781476464-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_1.48.48_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2077692/original/076730400_1523509493-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2936401/original/010711100_1570765771-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567053/original/064876600_1777263775-1000301298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3950243/original/090266900_1646204114-20220302-Pengusaha-minta-penundaan-kebijakan-zero-odol-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355545/original/056903800_1758342681-f4ce2b1a-5eb7-4948-b75d-17f8554c5a58.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528802/original/042524000_1773295370-IMG_2261.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065051/original/024986500_1656310294-27_juni_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385524/original/064576200_1760934849-11__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1421897/original/020203900_1480514018-20161130-Produksi-Telur-Ayam-FF1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456980/original/077160800_1621147028-cooperation-analyst-chart-professional-paper-economics_1418-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806139/original/031123200_1557905838-20190515-Penukaran-Uang-untuk-Lebaran-di-IRTI-Monas-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978266/original/003602500_1574761799-20191126-Sosialisasi-IMEI-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502015/original/029520600_1770965157-Ketua_Dewan_Ekonomi_Nasional__DEN__Luhut_Binsar_Pandjaitan-13_Februari_2026c.jpg)