Laporan Keuangan Danantara Tunggu Seluruh RUPS BUMN Rampung

15 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia memastikan laporan keuangan konsolidasi perusahaan belum dapat dipublikasikan dalam waktu dekat. Badan pengelola investasi negara itu masih menunggu seluruh badan usaha milik negara (BUMN) menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum merampungkan proses pembukuan dan konsolidasi laporan keuangan.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan seluruh RUPS BUMN ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Setelah proses tersebut tuntas, Danantara baru dapat menyusun laporan keuangan secara menyeluruh.

“Sampai akhir Juni selesai semua (RUPS). Semua BUMN,” ujar Dony dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Laporan keuangan Danantara merupakan hasil konsolidasi dari seluruh laporan keuangan perusahaan pelat merah yang berada di bawah pengelolaannya. Karena itu, proses penyusunannya tidak dapat dilakukan sebelum seluruh BUMN menyelesaikan agenda korporasi masing-masing.

Ia mencontohkan sejumlah BUMN besar masih dalam proses pelaksanaan RUPS. Bahkan, beberapa perusahaan baru menjadwalkan rapat pemegang saham pada bulan ini.

“Belum selesai mereka RUPS. Misalnya Telkom baru hari ini, PLN belum,” ucap Dony.

Karena itu, ia menegaskan keterlambatan publikasi laporan keuangan bukan disebabkan minimnya transparansi, melainkan karena proses konsolidasi dan pembenahan data keuangan yang masih berlangsung.

Danantara Rapikan Pembukuan dan Nilai Aset BUMN

Selain menunggu seluruh RUPS selesai, Danantara juga tengah melakukan penataan terhadap laporan keuangan dan aset sejumlah BUMN. Proses tersebut mencakup peninjauan kembali berbagai pos keuangan, termasuk penurunan nilai aset atau impairment yang selama ini tercatat dalam pembukuan perusahaan.

“Termasuk impairment-impairment (penurunan nilai aset) yang kami kerjakan. Setelahnya, barulah pembukuan Danantara,” kata Dony.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar laporan keuangan yang nantinya diterbitkan benar-benar mencerminkan kondisi riil seluruh BUMN.

Dony menegaskan Danantara berkomitmen meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan negara. Upaya itu dilakukan melalui pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelaporan keuangan dan pengelolaan aset yang selama ini dinilai masih membutuhkan perbaikan.

Ia menyebut transformasi tata kelola BUMN menjadi agenda utama yang tidak bisa ditawar. Dengan tata kelola yang lebih baik, pengelolaan aset negara diharapkan menjadi lebih akuntabel dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Audit Mendalam Jadi Fondasi Transformasi BUMN

Dalam kesempatan terpisah, Dony mengungkapkan berbagai persoalan keuangan yang selama ini membebani sejumlah BUMN tidak terlepas dari lemahnya tata kelola perusahaan.

Menurut dia, laporan keuangan BUMN kerap menghadapi persoalan akibat praktik manipulasi atau rekayasa keuangan yang dilakukan untuk mempercantik kinerja perusahaan dalam jangka pendek. Dampaknya, perusahaan dan negara harus menanggung risiko kerugian yang tidak sedikit.

Menghadapi kondisi tersebut, Danantara dan BP BUMN memilih mengambil langkah yang lebih hati-hati dengan melakukan audit mendalam serta penataan ulang pencatatan aset sebelum menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh aset dan kewajiban BUMN tercatat secara akurat sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.

Dony berharap proses konsolidasi dan pembersihan pembukuan tersebut dapat menjadi fondasi bagi Danantara dalam menjalankan perannya sebagai pengelola investasi negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |