Lewat Pre-Event Run to IHCBS, Tegaskan 300.000+ SDM Telah Dijangkau Gerakan IHCBS

13 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 300.000 individu telah dijangkau melalui berbagai gerakan kolaboratif yang menjadi bagian dari ekosistem Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS). Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan “Run to IHCBS”, sebuah pre-event menuju IHCBS 2026 yang berlangsung di Greenbelt PIK 2 pada Sabtu, 23 Mei 2026. 

“Run to IHCBS” dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai asosiasi, komunitas, institusi, dan organisasi di Indonesia. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan semakin kuatnya komitmen bersama dalam membangun ekosistem SDM Indonesia yang lebih unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga dan networking, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi strategis melalui sesi spesial bertajuk “Beyond IHCBS: From Talk to Action”. Sesi ini menjadi momentum penting untuk membahas perjalanan IHCBS yang kini berkembang menjadi sebuah movement nasional dalam pengembangan human capital Indonesia.

Diskusi tersebut diisi oleh tokoh-tokoh penyelenggara, yakni Glory Oyong (Corporate Communications Director Kompas Gramedia Group), Dr. Yunus Triyonggo, CAHRI., EPC. (Chairman SC GNIK dan Ketua Umum PPIK), dan Agus Soleh, MM. (Chief of Organization Excellence PT GML Performance Consulting)

Dalam sesi tersebut, para pembicara membahas bagaimana IHCBS tidak lagi hanya menjadi ruang diskusi, tetapi telah berkembang menjadi gerakan nyata yang terus berjalan sepanjang tahun. Berbagai topik strategis turut dibahas, mulai dari alasan transformasi IHCBS menjadi movement, aksi nyata yang dilakukan sepanjang 2025-2026, dampak gerakan terhadap pengembangan SDM Indonesia, hingga agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.

Berbagai inisiatif kolaboratif dalam ekosistem IHCBS telah menjangkau lebih dari 300.000 individu dari berbagai sektor di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Komunitas menjadi pondasi utama dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih inklusif.

Berbagai inisiatif yang dijalankan oleh OneGML, GNIK, dan QuBisa yang disupport juga oleh Kompas Gramedia Group yang pada tahun ini diwakili oleh Kontan untuk menggaungkan pentingnya pengembangan kompetensi dan transformasi talenta Indonesia. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong penguatan produktivitas, kepemimpinan, serta future skills.

Selain itu, terdapat pula ASN Talent Academy hasil kolaborasi GNIK bersama LAN-RI yang bertujuan memperkuat kapasitas dan kompetensi ASN Indonesia agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. IHCBS terus memperluas inisiatif pengembangan talenta digital melalui Program AI & Digital Learning hasil kolaborasi One GML, QuBisa, dan LANRI untuk memperkuat kesiapan SDM Indonesia menghadapi perubahan industri global. Melalui “Run to IHCBS”, IHCBS ingin menunjukkan bahwa transformasi SDM Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar diskusi. Dibutuhkan aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan gerakan berkelanjutan yang mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui berbagai kolaborasi lintas sektor, IHCBS ingin menunjukkan bahwa transformasi SDM Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar ruang diskusi. Dibutuhkan aksi nyata yang berjalan secara konsisten untuk menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masa depan talenta Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |