Mark Zuckerberg Akui Meta Buat Kesalahan

18 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui perusahaannya melakukan sejumlah kesalahan dalam proses transformasi menuju kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pengakuan itu disampaikan di tengah upaya Meta melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), pemindahan ribuan karyawan ke proyek AI, serta peningkatan investasi untuk memperkuat posisi perusahaan di industri teknologi masa depan.

Dalam memo internal, Zuckerberg menyampaikan bahwa perkembangan AI yang sangat cepat menghadirkan tantangan besar bagi perusahaan.

Meta saat ini menggelontorkan investasi hingga ratusan miliar dolar AS untuk mempercepat adopsi AI di berbagai lini bisnis. Langkah tersebut sejalan dengan tren yang juga dilakukan banyak perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.

Menurut Zuckerberg, perubahan besar yang terjadi dalam waktu singkat membuat perusahaan tidak selalu mengambil keputusan yang sempurna.

"Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak kesalahan lagi," kata Zuckerberg dalam memo tersebut, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan tetap berupaya memberikan stabilitas bagi karyawan di tengah proses transformasi organisasi yang sedang berlangsung.

"Saya juga fokus untuk memberikan stabilitas sebanyak mungkin terkait perubahan organisasi ke depan," ujarnya.

Tidak Memperkirakan Ada PHK Massal

Zuckerberg mengakui perubahan yang terjadi di industri teknologi saat ini banyak dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kendali perusahaan.

Karena itu, ia memilih untuk tidak memberikan janji berlebihan terkait arah perkembangan organisasi dalam beberapa tahun mendatang.

"Saya tidak ingin terlalu banyak menjanjikan karena dunia berubah dengan cara-cara yang berada di luar kendali kita," kata Zuckerberg.

Dalam memo tersebut, Zuckerberg kembali menegaskan bahwa Meta tidak memperkirakan akan melakukan PHK massal tambahan secara perusahaan pada tahun ini.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Meta melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja global. Selain itu, sekitar 7.000 karyawan dipindahkan ke berbagai inisiatif baru yang berkaitan dengan pengembangan dan operasional AI.

Menurut Zuckerberg, perusahaan akan berupaya menciptakan posisi baru bagi para karyawan yang kini bertugas melatih model-model AI.

"Dengan menciptakan peran-peran penting baru bagi karyawan, kami juga dapat memperkecil ukuran tim karena jika ternyata ada kesalahan di beberapa area, kami masih bisa memindahkan sebagian karyawan kembali," jelasnya.

Menerima Masukan Karyawan

Selain restrukturisasi organisasi, Meta juga berencana meningkatkan investasi untuk memperkuat kolaborasi antarkaryawan.

Zuckerberg mengatakan perusahaan akan menambah anggaran untuk berbagai kegiatan pembangunan tim, termasuk pertemuan di luar kantor dan acara perusahaan.

Meta juga tengah menyiapkan hackathon berskala besar pada Juli mendatang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong kolaborasi lintas tim sekaligus mempercepat pengembangan model AI terbaru perusahaan.

Di sisi lain, Zuckerberg mengaku telah menerima berbagai masukan dari karyawan terkait meningkatnya beban pengawasan yang harus ditangani para manajer.

Karena itu, Meta berencana mengurangi praktik perluasan rentang kendali manajer yang sebelumnya diterapkan dalam sejumlah unit bisnis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |