Nasib Karyawan Telkom Indonesia Usai Anak Usaha Dipangkas Jadi 19 Perusahaan

16 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan dipangkas menjadi tersisa 19 entitas inti saja. Lantas, bagaimana nasib karyawan dari entitas bisnis terdampak?

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria mengungkap nasib karyawan dari perusahaan yang terdampak. Menurutnya akan lebih banyak proses merger pada ekosistem Telkom Indonesia. Sehingga, dipastikan pada karyawan entitas anak usaha tetap memiliki tempat bernaung.

"Kan banyak konsolidasi. Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsol ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," ungkap Dony, di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa (9/6/2026).

Dia menjelaskan, ada puluhan anak usaha Telkom yang bakal dipangkas. Langkah ini sejalan dengan upaya efisiensi bisnis BUMN telekomunikasi tersebut.

"Jadi semua konsolidasi itu terjadi semua. Nah ini dari 67 kurang lebih jadi 19 perusahaan," ucap Dony.

Bisnis Telkom akan berfokus pada beberapa bidang saja. Seperti pusat data (data center), fiber optik, hingga infrastruktur dan tower yang berkaitan dengan bisnis inti.

Anak Usaha Telkom Dipangkas

Sebelumnya, BP BUMN bersama Danantara mempercepat langkah perampingan atau streamlining di lingkungan Telkom Group dengan memangkas jumlah anak usaha dari 67 perusahaan menjadi 19 entitas pada akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional.

Transformasi tersebut juga diarahkan agar Telkom dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai langkah restrukturisasi ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Ada Merger hingga Likuidasi

Pembahasan terkait perkembangan transformasi Telkom dilakukan dalam pertemuan Dony dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan untuk mempercepat proses restrukturisasi.

Sejumlah strategi yang dipaparkan Telkom mencakup merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru. Langkah-langkah tersebut dirancang agar perusahaan memiliki struktur bisnis yang lebih efisien dan fokus pada sektor yang memiliki potensi pertumbuhan besar.

Tingkatkan Daya Saing

Dony menegaskan transformasi Telkom Group tidak hanya ditujukan untuk menyederhanakan struktur perusahaan, tetapi juga meningkatkan kemampuan bersaing di tengah perubahan industri digital yang berlangsung cepat.

Sebagai bagian dari agenda transformasi, beberapa program prioritas juga dipercepat. Di antaranya konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, hingga penataan lisensi di lingkungan Telkom Group.

BP BUMN dan Danantara menilai langkah tersebut penting untuk mendukung perubahan Telkom menuju strategic holding digital yang lebih adaptif serta memiliki daya saing global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |