Orang Kaya Kini Pilih Gadai Barang Mewah Ketimbang Jual Aset

4 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Para investor dan individu beraset neto tinggi (High Net Worth Individuals/HNWI) di Indonesia mulai melakukan penyesuaian portofolio secara masif. Ini dilakukan di tengah dinamika yang menantang pada lanskap ekonomi global seperti fluktuasi pasar modal, penyesuaian suku bunga yang agresif, serta ketidakpastian geopolitik.

Dalam kondisi ini, barang mewah (luxury goods) tidak lagi sekadar simbol status, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan.

Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, menjelaskan bahwa belakangan ini, pihaknya melihat adanya pergeseran perilaku nasabah premium.

"Banyak pengusaha dan kolektor yang menyadari bahwa menjual aset mewah mereka saat ini bukanlah langkah yang bijak, karena potensi kenaikan harganya di masa depan sangat tinggi. Namun, di sisi lain, mereka membutuhkan likuiditas cepat untuk menangkap peluang bisnis atau menjaga arus kas," ujar Bastian, Selasa (2/6/2026).

Data pasar sepanjang awal tahun 2026 menunjukkan bahwa instrumen investasi tradisional seperti saham dan obligasi mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Sebaliknya, pasar sekunder untuk jam tangan mewah seperti Patek Philippe dan Rolex, serta tas tangan eksklusif seperti Hermès Birkin, menunjukkan ketahanan (resilience) yang luar biasa. Aset-aset ini sering kali mencatatkan pertumbuhan nilai yang melampau iinflasi, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga daya beli.

Merespons fenomena tersebut, gadai barang mewah menjadi pilihan, ceruk yang disadari PT Lesca Gadai Premier. Melalui strategi memosisikan layanan gadai mewah sebagai solusi likuiditas strategis yang memungkinkan pemilik aset untuk mencairkan dana segar tanpa harus melepas kepemilikan aset koleksi mereka yang terus mengalami apresiasi nilai.

Dikatakan jika salah satu faktor utama yang mendorong kepercayaan nasabah premium terhadap layanan gadai adalah jaminan keamanan yang telah tersertifikasi secara internasional.  Seperti sertifikasi ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bagi nasabah yang menjaminkan aset bernilai miliaran rupiah, kepastian bahwa barang mereka disimpan dengan standar mutu terbaik adalah harga mati. Di mana, ada kepastian setiap aset disimpan dalam fasilitas brankas dengan kontrol lingkungan yang presisi untuk mencegah kerusakan fisik.

Di sisi lain, sertifikasi keamanan informasi menjamin bahwa rekam jejak transaksi dan identitas nasabah terlindungi dari segala bentuk kebocoran data, sebuah layanan yang sangat dihargai oleh kalangan jetset yang mengutamakan privasi (discretion).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |