Pemerintah Kaji KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Cuma Rp 800 Ribu

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun guna memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan hunian. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan besaran cicilan bulanan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kajian mengenai tenor panjang tersebut juga diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses pembiayaan rumah melalui perbankan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, skema KPR jangka panjang berpotensi memperluas penetrasi pembiayaan rumah bagi masyarakat.

"Hari ini pemerintah mengkaji (rancangan skema pembiayaan) KPR sampai 40 tahun. Mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat (menikmati KPR tenor panjang tersebut nantinya). Ini cara penetrasi (meningkatkan pembiayaan perumahan bagi) MBR," kata Nixon dikutip dari Antara, Minggu (24/5/2026).

Di sisi lain, BTN mengungkapkan bahwa hingga saat ini perusahaan telah menyalurkan pembiayaan KPR subsidi untuk sekitar 6 juta unit rumah.

Kelompok Desil Rendah Masih Sulit Akses Kredit Rumah

Nixon menjelaskan KPR subsidi yang telah disalurkan BTN sebagian besar menyasar kelompok masyarakat desil 3 ke atas. Dalam pembagian tingkat ekonomi, desil digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

“Kalau untuk (nasabah kategori) desil 3, (jumlah pembiayaan) KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” ujarnya.

Menurut Nixon, kelompok masyarakat desil 1 dan 2 masih menjadi kelompok yang paling sulit mendapatkan akses pembiayaan rumah melalui lembaga perbankan.

“Ada 10 desil (kelompok masyarakat berdasarkan ekonomi), maka bisa dibilang yang paling sulit (mendapatkan bantuan kredit perumahan) tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” katanya.

Sebagai solusi, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu kelompok masyarakat yang belum mampu mengakses pembiayaan kredit.

KPR 40 Tahun Dinilai Bisa Ringankan Cicilan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah masih melakukan simulasi serta mempersiapkan berbagai aturan pendukung sebelum kebijakan KPR tenor panjang diumumkan secara resmi.

Menurut dia, skema tersebut berpotensi mengurangi beban cicilan bulanan masyarakat.

“Tentu ini bisa meringankan angsurannya. Kalau 40 tahun, seperti sekarang rumah subsidi tapak kalau 10 tahun sekitar angsurannya Rp 1,7 juta, 15 tahun angsuran Rp 1,4 juta. Kalau 20 tahun mungkin Rp 1,1 juta dan kalau 40 tahun bisa murah lagi sekitar Rp 800-900 ribu," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang pada 2026 ditargetkan menjangkau 400 ribu rumah tangga dengan bantuan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per penerima.

Skema tenor panjang dan bantuan perumahan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |