Pertamina Pasang PLTS di Kapal, Emisi Karbon Berkurang 79 Ton per Tahun

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus memperluas implementasi energi bersih ke berbagai lini bisnisnya. Terbaru, perusahaan menerapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), langkah yang diklaim mampu menekan emisi karbon hingga 79,2 ton karbon dioksida (CO2) per tahun sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar diesel.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam mendukung transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Selama ini, sektor pelayaran dan transportasi laut masih menjadi salah satu pengguna bahan bakar fosil yang cukup besar.

Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal yang berlokasi di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, yang memantau langsung proyek tersebut menilai pemanfaatan energi surya di kapal menjadi bukti bahwa upaya pengurangan ketergantungan terhadap diesel tidak hanya dapat dilakukan di daratan.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, proyek tersebut juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengembangkan solusi energi rendah karbon yang dapat diterapkan secara luas di berbagai sektor operasional perusahaan.

Sinergi Antar Entitas

Agung menjelaskan proyek PLTS di kapal tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah entitas dalam Grup Pertamina. PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) berperan sebagai pengembang solusi energi terbarukan, sementara PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai operator armada dengan dukungan PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku induk usaha.

“Proyek ini merupakan contoh nyata sinergi antar entitas Pertamina. Kolaborasi antara PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada yang didukung oleh PIS sebagai induk usaha, memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PNRE, John Anis, menjelaskan sistem yang diterapkan menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kilowatt hour (kWh).

Energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan bahan bakar diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ujar John.

Hemat Konsumsi Diesel

Berdasarkan perhitungan perusahaan, implementasi sistem PLTS tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun.

Selain memberikan efisiensi operasional, proyek ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor maritim nasional yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menilai pemanfaatan energi surya pada kapal membuka peluang baru bagi pengembangan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

Menurut dia, selain penggunaan berbagai perangkat hemat energi pada armada, pemanfaatan sumber energi terbarukan akan menjadi salah satu pilar penting dalam menurunkan jejak karbon sektor transportasi laut.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” kata Eka.

Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 juga memperkuat posisi Pertamina sebagai salah satu perusahaan energi nasional yang aktif mengembangkan energi baru dan terbarukan. Ke depan, model serupa berpotensi diterapkan pada armada lainnya untuk mempercepat pengurangan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sektor pelayaran Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |