Pipa Cisem II Beroperasi Penuh Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi

4 hours ago 12

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono dalam kesempatan yang sama juga memaparkan terkait aspek teknis dan kontribusi sosial ekonomi pembangunan proyek infrastruktur gas ini.

"Proyek ini tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga menjadi contoh implementasi Good Corporate Governance dan keselamatan kerja yang tinggi. Kami mencatat kumulatif jam kerja aman sebesar 4.659.090 jam tanpa ada insiden fatal (zero accident). Selain itu, pada masa puncak konstruksi di periode Juni hingga Juli 2025, proyek ini menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang. Dari sisi kemandirian industri, hasil self-assessment mencatattingkat serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60,58%, yang saat ini sedang dalam proses verifikasi akhir,” papar Agung.

Guna memastikan pengelolaan aset negara ini berjalan optimal, Menteri ESDM juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026 tanggal 13 Maret 2026 yang menugaskan LEMIGAS sebagai pengelola Pipa Cisem II. Selanjutnya pada April 2026 melalui proses pemilihan mitra strategis oleh LEMIGAS, Pertagas resmi ditunjuk sebagai operator Pipa Cisem II, melanjutkan peran sukses Pertagas pada Pipa Cisem I yang telahberoperasi sejak 2023.

Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring menuturkan, commissioning di Kandang Haur Timur menandai kesiapan operasional penuh sistem Cisem II yang kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas.

"Dengan selesainya commissioning di Kandang Haur Timur, sistem Cisem II kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas dan siap dioperasikan. Sebagai operator yang ditunjuk oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal. Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas," kata Indra.

Sumber pasokan utama pada Pipa Cisem II pada tahap awal pengaliran gas berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). Kehadiran aliran gas dari JTB melalui interkoneksi terintegrasi ini diharapkan dapat langsung memacu produktivitas kawasan industri strategis, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Melalui beroperasinya Pipa Cisem II, Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus menjamin keandalan pasokan energi dengan membangun infrastruktur energi yang terintegrasi dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |