Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus mengakselerasi pembentukan kesepakatan strategis untuk pengembangan Proyek Bioetanol di Provinsi Lampung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional, dengan konstruksi proyek ditargetkan mulai pada kuartal III 2026.
Proyek tersebut melibatkan sejumlah pihak, yakni Toyota, PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), serta Danantara Investment Management. Pemerintah menyebut proses pengembangannya sejatinya telah berjalan sejak sekitar satu tahun terakhir, meski dilakukan secara tertutup.
“Program ini sebetulnya sudah kita jalankan dari satu tahun yang lalu, tapi memang kami silent dalam pengembangannya. Saat ini sudah ada koordinasi antara PNRE dengan Japanese Group, dalam hal ini yang akan ditunjuk adalah Toyota Tsuho yang akan menjadi partner, dan akan didukung mitra teknologi lainnya dari Jepang seperti RaBIT (konsorsium riset beberapa perusahaan otomotif dan energi Jepang),” papar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu seusai memimpin pertemuan dengan CEO Toyota Motor Asia di Jakarta (20/04).
Todotua menjelaskan, Lampung dipilih sebagai lokasi pembangunan tahap awal karena dinilai memiliki kapasitas pasokan bahan baku yang kuat. Provinsi ini disebut memiliki potensi feedstock seperti tebu, ubi, sorgum, dan komoditas lainnya yang mendukung pengembangan bioetanol.
Secara khusus, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah melakukan pengawalan sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Langkah yang ditempuh meliputi koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN, fasilitasi pertemuan dengan mitra teknologi asal Jepang, hingga pendampingan langsung dalam kunjungan lapangan dan identifikasi lokasi proyek.
Dalam perancangannya, proyek bioetanol yang dijajaki bersama Toyota, PNRE, dan Danantara Investment Management akan dijalankan dalam dua tahap. Fase awal berupa pilot project ditargetkan memiliki kapasitas 60 kiloliter per tahun pada kuartal III 2027. Setelah itu, proyek akan berlanjut ke tahap komersial dengan kapasitas 60.000 kiloliter per tahun pada kuartal IV 2028.
Pengembangan bioetanol ini menggunakan pendekatan multi-feedstock, dengan memanfaatkan bahan baku seperti limbah biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum. Seluruhnya akan didukung teknologi generasi kedua atau 2G guna meningkatkan fleksibilitas pasokan sekaligus menjaga keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Selain itu, pengembangan juga mencakup budidaya sorgum secara bertahap. Tahap awal dimulai dari pilot seluas 10 hektare pada 2026, lalu diperluas ke pengembangan komersial hingga mencapai 6.000 hektare pada 2027. Adapun lokasi proyek berada di Lampung dengan dukungan lahan dari PTPN.
Dari sisi kebijakan, pemerintah telah memperkuat komitmennya melalui roadmap mandatori pencampuran bioetanol ke dalam bahan bakar. Tahapannya meliputi E5 pada 2026-2027, meningkat menjadi E10 pada 2028-2030, hingga menuju E20 dalam jangka panjang.
“Kita mendorong proyek ini dalam rangka untuk mempersiapkan komitmen roadmap mandatori menjadi E10, sehingga negara kita juga siap,” ujar Wamen Todotua.
Menurut Todotua, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar masih cukup tinggi, yakni sekitar 61 persen dalam satu dekade terakhir. Pada saat yang sama, fluktuasi harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik dinilai semakin menegaskan pentingnya percepatan transisi energi nasional.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah saat ini memusatkan kebijakan pada tiga pilar utama, yaitu swasembada energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi sumber daya alam. Indonesia disebut memiliki keunggulan komparatif yang kuat, termasuk cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 42 persen, serta posisi sebagai produsen utama kelapa sawit dan kelapa global yang berpotensi menjadi bahan baku bioenergi.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Toyota dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Namun, peluang kolaborasi dinilai masih sangat terbuka, terutama pada pengembangan bioetanol berbasis multi bahan baku.
“Kami mengapresiasi diskusi yang konstruktif dan progresif dengan stakeholders terkait untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi di ekosistem bioenergi. Selain itu, melalui kemitraan strategis kami dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited) di Indonesia, kami bertujuan untuk memperluas kemampuan kami dari perakitan battery pack hingga manufaktur baterai dari sel dan modul baterai. Kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok lokal yang kuat, mendukung pendekatan Multi-Pathway Toyota menuju netralitas karbon,” ujar CEO Toyota Motor Asia Masahiko Maeda.
Pertemuan antara pemerintah dan Toyota ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat kerja sama internasional. Tujuannya adalah mendorong masuknya investasi berkualitas sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Indonesia yang bertumpu pada hilirisasi dan energi berkelanjutan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561820/original/074871600_1776761602-WhatsApp_Image_2026-04-21_at_15.33.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561763/original/086496400_1776759681-BPS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397117/original/090382400_1681623580-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561498/original/083644600_1776750326-KEK_hahal_Sidoarjo_44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4097283/original/028251000_1658473724-Pajak-Mobil-Motor-Faizal-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249501/original/040156700_1749644806-WhatsApp_Image_2025-06-11_at_17.58.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558212/original/043696300_1776409719-Jenis_Perhiasan_Emas_yang_Tidak_Rugi_Dibeli_Sekarang_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560916/original/051831100_1776730380-IMG_3746.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450870/original/049253700_1766201323-unnamed__2_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375573/original/010378000_1538739775-20181005-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298774/original/002952500_1753771615-9b18e62c-4294-4429-a2d2-a22deca5fc68.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457831/original/061087900_1767059706-04b2abd5-8e52-4017-9f04-51667654d0cd.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242618/original/081125200_1669641659-UMP_2023.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469930/original/003679600_1768191721-Depositphotos_20063789_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462039/original/059715200_1767501896-eb7a855e-41aa-4aed-9f9b-682a9ff4172a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)