Rahasia Sukses: Berani Melakukan 3 Hal yang Tak Disukai Orang Lain

14 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang memahami bahwa kesuksesan membutuhkan pengorbanan. Namun, tidak semua orang siap menghadapi ketidaknyamanan yang muncul saat harus mengambil keputusan sulit demi tujuan jangka panjang.

Penulis buku The Long Game: How to Be a Long-Term Thinker in a Short-Term World, Dorie Clark, mengungkapkan bahwa orang-orang paling sukses biasanya memiliki satu kesamaan, yakni berani melakukan hal-hal yang secara emosional terasa sulit dan tidak nyaman.

Menurut Clark, yang membedakan para profesional terbaik bukan sekadar kemampuan bekerja keras, melainkan keberanian membuat keputusan yang mengutamakan manfaat jangka panjang dibanding kepuasan sesaat.

"Lebih sulit daripada melakukan pekerjaan itu sendiri adalah kesediaan untuk bertahan dalam ketidaknyamanan yang muncul dari tugas-tugas yang secara emosional berat," tulis Clark, dikutip dari CNBC, Sabtu (13/6/2026).

Ia menilai menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit tentang diri sendiri merupakan langkah penting untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.

Salah satu hal yang paling sering dilakukan orang sukses adalah berani mengatakan "tidak" pada peluang yang sebenarnya cukup menarik.

Menurut Clark, para profesional terbaik menyadari bahwa mereka harus menyediakan ruang untuk peluang yang benar-benar besar. Karena itu, mereka tidak ragu menolak kesempatan yang hanya memberikan manfaat biasa-biasa saja.

Banyak orang justru terjebak karena terlalu sering menerima tawaran yang nilainya hanya berada di tingkat menengah, sehingga waktu dan energinya habis untuk hal-hal yang kurang berdampak.

Tetap Berlatih Meski Belum Ada yang Memperhatikan

Kebiasaan kedua yang dimiliki orang sukses adalah tetap mengasah kemampuan meski belum mendapatkan perhatian atau apresiasi dari orang lain.

Menurut Clark, dukungan dan pujian memang bisa menjadi sumber motivasi. Namun, tantangan sesungguhnya muncul ketika seseorang harus terus belajar dan berkembang tanpa ada yang memperhatikan hasil kerjanya.

Dalam kondisi seperti itu, banyak orang mulai kehilangan konsistensi karena merasa tidak ada yang peduli jika mereka berhenti.

Padahal, kemajuan dalam bidang apa pun membutuhkan latihan yang dilakukan berulang kali dalam jangka panjang.

Clark mencontohkan kisah jurnalis sekaligus penulis, Kara Cutruzzula, yang memulai newsletter harian untuk lingkaran pertemanan yang sangat kecil. Saat diwawancarai Clark, Kara telah menulis lebih dari 800 edisi newsletter.

Seiring waktu, jumlah pembacanya terus bertambah hingga akhirnya seorang editor buku yang menjadi pelanggan newsletter tersebut menghubunginya dan menawarkan proyek penulisan buku.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten, meski tampak sepi perhatian, dapat menghasilkan peluang besar di masa depan.

"Kesediaan untuk bekerja dalam kondisi yang tampak tidak terlihat saat menguasai sebuah keahlian memang terasa melelahkan dan kesepian. Namun manfaatnya bisa mengubah hidup," tulis Clark.

Berani Mengakui Tujuan Hidup Bisa Berubah

Hal ketiga yang sering kali paling sulit dilakukan adalah mengakui bahwa tujuan hidup dan identitas diri dapat berubah seiring waktu.

Banyak orang tetap bertahan pada jalur karier yang tidak lagi mereka inginkan karena merasa telah menghabiskan terlalu banyak waktu dan usaha untuk mencapainya.

Clark menilai keputusan untuk mengubah arah sering dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap diri sendiri di masa lalu. Padahal, terus mengejar tujuan yang sudah tidak diinginkan justru bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan yang lebih baik.

Ia mencontohkan kisah seorang profesional bernama Ali yang menghabiskan 10 tahun berkarier di bidang keuangan korporasi. Meski merasa ada yang tidak sesuai dengan dirinya, Ali membutuhkan empat tahun sebelum akhirnya berani meninggalkan pekerjaannya dan beralih menjadi konsultan serta pelatih profesional.

Alasannya sederhana, ia takut melepaskan identitas sebagai eksekutif sukses yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Menurut Clark, penting bagi setiap orang untuk peka terhadap tanda-tanda perubahan dalam diri, seperti mulai kehilangan semangat bekerja, tertarik pada bidang baru, atau merasa deskripsi orang lain tentang dirinya sudah tidak lagi sesuai.

Ali mengatakan kepada Clark bahwa banyak orang sering terhambat oleh cerita yang mereka bangun sendiri mengenai kehidupan profesionalnya.

"Kita perlu membedah siapa diri kita dan apa yang sedang terjadi saat ini. Karena terkadang cerita yang kita ciptakan tentang kehidupan profesional justru menahan langkah kita," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |