Rupiah Dekati Rp 18.000, Cek Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

13 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dihantui tekanan pada Selasa (2/6/2026) hari ini. Tercermin dari kurs jual dolar AS di sejumlah bank besar yang berada di kisaran Rp 17.800-17.900.

Berdasarkan data e-Rate Bank Central Asia (BCA), Selasa (2/6/2026) pukul 08.16 WIB, kurs beli dolar AS dipatok Rp 17.800, sementara kurs jual Rp 17.900.

Di sisi lain, Special Rates Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan kurs beli dolar di angka Rp 17.795, dengan kurs jual senilai Rp 17.895.

Sementara itu, e-Rate Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs beli dolar di level Rp 17.788, dan kurs jual mendekati Rp 18.000 per dolar AS di level Rp 17.990.

Sedangkan kurs beli pada Special Rate Kurs Bank Mandiri mematok dolar di angka Rp 17.795, sementara kurs jual senilai Rp 17.835.

Berikut rincian kurs dolar AS di 4 bank besar:

1. BCA

e-Rate:

  • Beli: Rp 17.800
  • Jual: Rp 17.900

TT Counter dan Bank Notes:

  • Beli: Rp 17.690
  • Jual: Rp 17.940

2. BNI

Special Rates:

  • Beli: Rp 17.795
  • Jual: Rp 17.895

TT Counter dan Bank Notes:

  • Beli: Rp 17.625
  • Jual: Rp 16.925

3. BRI

e-Rate:

  • Beli: Rp 17.788
  • Jual: Rp 17.990

TT Counter:

  • Beli: Rp 17.740
  • Jual: Rp 18.040

4. Bank Mandiri

Special Rate:

  • Beli: Rp 17.795
  • Jual: Rp 17.835

TT Counter dan Bank Notes:

  • Beli: Rp 17.625
  • Jual: Rp 17.925

Purbaya Optimis Rupiah Membaik

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan berangsur berkurang dalam beberapa bulan mendatang sejalan dengan membaiknya situasi geopolitik dunia.

Dia menuturkan, perkembangan hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel menunjukkan arah yang lebih positif sehingga berpotensi meningkatkan stabilitas keamanan serta perekonomian global.

Purbaya menilai, perbaikan kondisi global tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan dan mendukung penguatan fundamental ekonomi Indonesia. Meningkatnya stabilitas global juga diyakini akan membantu memulihkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik, termasuk rupiah.

"Kalau melihat berbagai pemberitaan internasional, ada indikasi bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Israel hampir mencapai kesepakatan. Dengan kondisi keamanan dan situasi global yang diperkirakan membaik dalam dua hingga tiga bulan ke depan, pelemahan rupiah juga diperkirakan akan berakhir," ujar Purbaya beberapa waktu lalu.

Koordinasi dengan Bank Indonesia

Ia menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, termasuk memastikan pasar obligasi domestik tetap kondusif bagi investor. Upaya tersebut dilakukan agar pemegang surat utang negara, khususnya investor asing, tidak mengalami kerugian yang terlalu besar akibat fluktuasi pasar.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan bank sentral untuk memastikan kondisi sektor keuangan tetap kuat dan stabil. Salah satu tujuannya adalah agar investor asing yang memiliki obligasi domestik tidak mengalami capital loss yang terlalu dalam akibat gejolak pasar," katanya.

Purbaya juga menyampaikan keyakinannya kepercayaan pasar terhadap rupiah akan kembali menguat seiring membaiknya prospek ekonomi global dan terjaganya stabilitas sistem keuangan nasional.

"Saya percaya pada akhirnya kita dapat mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah sehingga nilai tukar dapat bergerak lebih stabil ke depan," pungkas Purbaya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |