Rupiah Ditutup Menguat, Sempat Sentuh Rp 17.983 per Dolar AS

7 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali menguat pada Selasa 9 Juni 2026 sore. Berdasarkan data Google Finance, yang dipantau pukul 17.14 WIB, dolar AS melemah terhadap rupiah dan sempat berada di posisi 17.983.

Nilai tukar rupiah kembali menguat pada Selasa 9 Juni 2026 sore. Berdasarkan data Google Finance, berdasarkan pantauan pukul 17.14 WIB, dolar AS melemah terhadap rupiah. Dolar AS berada di posisi 17.983.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa sore, nilai tukar (kurs) rupiah menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah diiringi keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan, BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,50 persen pada hari ini.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pernyataan terkonfirmasi, mengatakan kenaikan suku bunga acuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil untuk meningkatkan daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.

Dalam evaluasi sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026, Perry mengatakan nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari perkiraan.

Selain gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, ia mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |