Rupiah Makin Loyo, Nyaris Tembus 17.900 per USD

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan sore ini, Jumat. Rupiah turun 35 poin ke level Rp 17.880 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.845 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, mata uang rupiah sempat melemah hingga 55 poin.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 35 point sebelumnya sempat melemah 55 point dilevel Rp 17.880 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.845," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi kepada Media, Jumat (29/5/2026).

Sementara untuk perdagangan Senin depan yang bertepatan dengan libur nasional, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 17.880 hingga Rp 17.940 per dolar AS. Sedangkan untuk pergerakan sepekan, rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp 17.800 sampai Rp 18.100 per dolar AS.

Ia mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen global, terutama terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Dari faktor eksternal, prospek kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah mulai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi ini memunculkan harapan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat kembali normal secara bertahap.

Meski demikian, lalu lintas pengiriman di jalur strategis tersebut masih berada di bawah level sebelum konflik, sehingga premi risiko geopolitik tetap membayangi pasar minyak dunia.

Harga minyak sendiri bergerak sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir seiring pasar merespons berbagai perkembangan terkait negosiasi gencatan senjata. Harga minyak sempat menguat setelah muncul laporan mengenai pertukaran militer baru antara AS dan Iran. Namun, penguatan tersebut kembali memudar setelah optimisme diplomatik muncul di pasar.

"Minyak mentah sempat pulih pada hari Kamis setelah laporan tentang pertukaran militer baru antara pasukan AS dan Iran, meskipun kenaikan tersebut memudar kemudian karena optimisme diplomatik muncul kembali," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |