Rupiah Melemah, Pasar Cemas Kondisi Ekonomi dan Arus Modal Asing

7 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan akibat kombinasi sentimen global dan domestik. Pengamat mata uang sekaligus Presiden Direktur Doo Financial Futures Ariston Tjendra menilai, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang menahan penguatan rupiah.

"Iya ini masalahnya tingkat imbal hasil obligasi AS masih belum mau turun juga, dipicu oleh perdamaian AS Iran yang masih belum diputuskan dan masih ada adu senjata di kawasan Timur Tengah tersebut,” ujar Ariston kepada Liputan6.com, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, indeks dolar AS juga masih bertahan di level tinggi sehingga menambah tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah. Kondisi tersebut diperburuk oleh tekanan dari dalam negeri, mulai dari kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, hingga keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia.

Ariston menyebut, kebutuhan dolar AS untuk repatriasi dividen dan pembayaran utang juga ikut meningkatkan tekanan terhadap rupiah di pasar domestik. Selain itu, pasar masih mencermati perkembangan badan ekspor yang dinilai memunculkan kekhawatiran investor.

"Badan ekspor ini menjadi kekhawatiran pasar dan ini juga menjadi alasan keluar dari pasar saham sampai semuanya lebih jelas,” ujar dia.

Kurs Rupiah Jelang Libur Idul Adha

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini Selasa 26 Mei 2026 atau menjelang hari raya Idul Adha. Kurs rupiah melemah 52 poin atau 0,29 persen jadi 17.796 per dolar AS dari sebelumnya 17.744 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini dipicu serangan baru AS ke Iran.

“AS telah melancarkan serangan baru terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan. Militer AS mengklaim, serangan tersebut dilakukan untuk membela diri, dan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |