Rupiah Melesat terhadap Dolar AS, Sentimen Domestik jadi Pemicu

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat sore, (12/6/2026). Kombinasi sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal menopang rupiah.

Mengutip Antara, nilai tukar (kurs) rupiah naik 129 poin atau 0,71% menjadi 17.860 per dolar AS dari sebelumnya 17.989 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak menguat ke level 17.921 per dolar AS dari sebelumnya 17.981 per dolar AS.

“Faktor domestik yang membantu rupiah adalah koordinasi BI dan pemerintah yang lebih kuat, kenaikan suku bunga acuan, daya tarik imbal hasil aset rupiah, serta data APBN Mei yang relatif lebih baik. Defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) masih terkendali, keseimbangan primer surplus, dan pendapatan negara tumbuh cukup kuat,” ujar Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede dikutip dari Antara, Jumat pekan ini.

Dia menuturkan, langkah BI menaikkan suku bunga acuan memberikan bantalan terhadap rupiah.

Selain itu, penguatan data tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih tinggi mulai menarik kembali sebagian dana asing, terutama ke SRBI serta SBN tenor pendek dan menengah.

"Namun, pasar masih menunggu bukti bahwa disiplin fiskal tersebut bisa dipertahankan hingga akhir tahun, terutama karena belanja pemerintah biasanya meningkat pada semester kedua dan risiko subsidi energi masih besar,” kata Josua.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga tertahan kombinasi penguatan dolar AS, kehati-hatian pelaku pasar menjelang akhir pekan, dan masih tingginya ketidakpastian global.

“Berita dari Timur Tengah membuat dolar AS kembali diminati sebagai aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi AS. Selama dolar AS masih kuat dan harga minyak masih mudah bergejolak, rupiah tetap rentan meskipun BI sudah menaikkan suku bunga,” kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |