Rupiah Tembus 17.850, Cek Kurs Dolar Hari Ini di 4 Bank Besar

11 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Hal itu tercermin dari kurs jual dolar AS di sejumlah bank besar nasional yang masih berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data per pukul 9 30 menit WIB, kurs e-Rate Bank Central Asia atau Bank Central Asia mematok kurs beli dolar AS di level Rp 17.863 dan kurs jual Rp 17.883. Sementara itu, kurs khusus Bank Mandiri berada di level Rp 17.795 untuk beli dan Rp 17.835 untuk jual.

Adapun Bank Negara Indonesia menetapkan special rate dolar AS di level Rp 17.855 untuk beli dan Rp 17.875 untuk jual. Sementara kurs e-Rate Bank Rakyat Indonesia per 26 Mei 2026 tercatat di posisi Rp 17.698 untuk beli dan Rp 17.890 untuk jual.

Pergerakan kurs di perbankan tersebut mencerminkan masih kuatnya dolar AS di pasar global. Pengamat mata uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai tingginya imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor utama yang membuat rupiah sulit menguat.

“Iya ini masalahnya tingkat imbal hasil obligasi AS masih belum mau turun juga, dipicu oleh perdamaian AS Iran yang masih belum diputuskan dan masih ada adu senjata di kawasan Timur Tengah tersebut,” ujar Ariston.

Kurs Dolar AS Masih di Level Tinggi

Menurut dia, indeks dolar AS yang masih bertahan di level tinggi ikut memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Tekanan eksternal itu juga diperparah oleh sejumlah faktor domestik seperti kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, hingga arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.

Selain itu, kebutuhan dolar AS untuk repatriasi dividen dan pembayaran utang dinilai turut meningkatkan permintaan valas di dalam negeri. Ariston juga menyoroti perhatian pasar terhadap perkembangan badan ekspor yang masih memunculkan ketidakpastian bagi investor.

“Badan ekspor ini menjadi kekhawatiran pasar dan ini juga menjadi alasan keluar dari pasar saham sampai semuanya lebih jelas,” katanya. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |