Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Segera Mitigasi

11 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Bahkan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), rupiah menembus level psikologis di Rp 18.000 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini telah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

Menurut Said, pelemahan rupiah tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor fundamental ekonomi. Ia menilai nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya (undervalued).

"Persoalannya ini bukan sekedar fundamental ekonomi saja. karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalued. Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas Rp 17.600," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia pun meminta pemerintah segera melakukan pembenahan tata kelola di berbagai sektor kebijakan ekonomi guna menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap perekonomian nasional.

"Kita berharap kepada para pelaku usaha, investor bahwa kami akan membangun optimisme dengan meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi terhadap terus-menerus pelemahan rupiah ini," ujar dia.

Rupiah Tembus Rp 18.019 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah hingga menyentuh level Rp 18.019 per dolar AS pada pukul 10.12 WIB. Posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan ini juga menandai bahwa rupiah sudah menembus level psikologis.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal yang cukup kuat. Menurut dia, meningkatnya ketidakpastian global dan kondisi geopolitik menjadi pendorong utama penguatan dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman, dikutip dari Antara. 

Selain faktor geopolitik, sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar juga turut menopang penguatan dolar AS. Data ketenagakerjaan AS yang solid serta meningkatnya aktivitas sektor jasa berdasarkan survei Institute for Supply Management (ISM) memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan ekonomi negara tersebut.

Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset yang dianggap lebih aman. Akibatnya, sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan dan bergerak melemah terhadap dolar AS.

BI Diperkirakan Perkuat Intervensi

Dari dalam negeri, sentimen pasar dinilai belum cukup kuat untuk memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap mata uang Indonesia masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah kemungkinan tidak akan berlangsung tanpa batas. Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan meningkatkan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar agar tidak bergerak terlalu jauh dari level fundamentalnya.

Menurut dia, posisi rupiah yang kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS berpotensi mendorong bank sentral melakukan intervensi yang lebih agresif di pasar keuangan.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” tambahnya.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar saat ini, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Ia memprediksi nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pelaku pasar pun masih akan mencermati perkembangan geopolitik global, data ekonomi AS, serta langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |