RUPST Pertamina Hulu Rokan: Perkuat Kemandirian Energi

8 hours ago 12

Pada aspek tata kelola, PHR terus menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan pada Asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025, di mana PHR mencatatkan skor 80,791 (predikat baik).

Skor ini mengalami peningkatan dari asesmen BPKP sebelumnya “Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR,” tambahnya.

Sejalan dengan visi menjadi perusahaan hulu migas nasional kelas dunia, PHR terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama 2025, PHR menerima apresiasi dari berbagai pihak, antara lain Kementerian Keuangan sebagai KKKS Terbaik dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 serta KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif Tahun 2024.

Selain itu, PHR meraih predikat “Trusted Company” pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) serta penghargaan Silver pada Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) melalui program Desa Energi Berdikari. Pada tahun 2025, perusahaan juga berhasil mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi untuk ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, serta memperoleh resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Berbagai capaian tersebut didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Hal ini tercermin dari hasil audit independen yang menyatakan laporan keuangan PHR disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Atas kinerja tersebut, laporan keuangan PHR kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja, firma anggota dari Ernst & Young.

Melalui berbagai pencapaian operasional, keuangan, keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola sepanjang 2025, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama nasional. Dengan dukungan inovasi, teknologi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, PHR akan terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi negara dan pemangku kepentingan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan serta kemandirian energi Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |