SBY: Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, tantangan negara-negara berkembang saat ini bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi. Pertumbuhan ekonomi itu tidak cukup untuk menjadi ukuran keberhasilan pembangunan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Selain mengejar pertumbuhan ekonomi yang cepat, SBY menuturkan, tantangan negara berkembang lainnya yakni membangun pertumbuhan yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan.

"Karena pertumbuhan saja tidak lagi cukup. Sebuah negara bisa mencatat pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, tetapi tetap menghadapi ketimpangan yang melebar, menurunnya kepercayaan masyarakat, dan fragmentasi sosial," tutur SBY, saat pidato pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan, tantangan pembangunan saat ini bukan hanya mendorong ekonomi tumbuh, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat di tengah ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi yang cepat.

SBY juga menekankan, pentingnya memperluas partisipasi ekonomi dan memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dia menuturkan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memperluas inklusi.

SBY menilai, model pertumbuhan ekonomi Asia juga perlu bertransformasi.

Ia mengatakan, kawasan ini tidak dapat terus bergantung pada tenaga kerja berbiaya rendah, komoditas, dan konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan.

Menurut dia, pertumbuhan di kawasan perlu ditopang oleh peningkatan produktivitas, kewirausahaan, inovasi, digitalisasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Di masa depan, daya saing tidak lagi hanya bergantung pada siapa yang memproduksi lebih murah. Daya saing akan bergantung pada siapa yang mampu beradaptasi dengan cepat, terus berinovasi, berinvestasi pada manusia,” ujar SBY.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |