Tak Hanya Diekspor, Gas Natuna Kini Mengalir ke Dalam Negeri

3 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) melalui PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyelesaikan pekerjaan penyambungan pipa gas bumi ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping. Gas yang dialirkan dari Natuna ke Pulau Pemping nantinya akan didistribusikan ke kawasan Tanjung Uncang untuk memenuhi kebutuhan energi pelaku usaha sekaligus masyarakat Kota Batam.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan penyambungan dengan teknik hot tap atau tanpa berhenti operasi ini merupakan tahapan paling krusial dalam pembangunan infrastruktur gas yang akan menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik khususnya di Batam, Kepri.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung Astacita Presiden untuk ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi domestik. Penyelesaian ini juga menjadi tonggak bersejarah bagi sektor energi nasional.

"Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna yang selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam," ujar Rakhmad dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama yang tetap beroperasi tanpa menghentikan aliran gas dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter, yang tanpa menimbulkan kebocoran, sehingga menjadi salah satu tahapan dengan tingkat risiko dan kesulitan teknis tinggi.

Rakhmad mengatakan penyelesaian hot tap menjadi pencapaian penting yang menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam," ujarnya.

Capaian ini, lanjutnya, juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan infrastruktur energi strategis nasional.

"Proyek selanjutnya akan memasuki tahap komisioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam," jelas Rakhmad.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |