Terungkap Penyebab Sejumlah Daerah Mati Listrik

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengungkap penyebab pemadaman listrik di sejumlah daerah belakangan ini. Dalam kesempatan tersebut, ia membantah keras kabar burung mengenai adanya pemadaman listrik susulan.

Anggia menegaskan bahwa tidak ada kendala pada pasokan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik nasional. Pemadaman yang sempat dirasakan masyarakat murni disebabkan oleh kendala teknis di lapangan.

"Tidak ada pasokan batu bara yang menipis, yang pasti itu. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis," tegas Anggia kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dia mengaku telah menjalin koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) mengenai kendala kelistrikan tersebut. Juru bicara dari kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia ini pun menangkal isu yang meresahkan warga terkait potensi mati lampu massal lanjutan.

"Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang. Kalau ada isu-isu yang menyebutkan akan ada pemadaman lanjutan dan lain-lain, itu tidak benar. Dipastikan tidak benar," tutur dia.

Anggia menambahkan, gangguan sistem kelistrikan yang terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan proses Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang saat ini masih berjalan di kementerian.

"Pak Menteri juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini ada relaksasi bertahap. Melihat bagaimana kebutuhan, tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dengan kuota batu bara yang tersedia di sana. Jadi tidak ada gangguan terkait dengan pasokan atau suplai energi untuk PLN," tandasnya.

Gangguan Pasokan Sistem Kelistrikan

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Bogor hingga Depok sempat mengalami pemadaman listrik dalam durasi yang cukup lama. Akibatnya, berbagai aktivitas harian masyarakat maupun operasional perkantoran sempat terganggu.

Manajer PLN UP3 Depok, Gebyar Pandito, menjelaskan bahwa pemadaman listrik di beberapa titik Kota Depok disebabkan adanya penurunan kemampuan pasok pada hulu pembangkit. Kondisi tersebut memaksa PLN mengambil langkah operasional terukur demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan regional.

“Adanya gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 mengakibatkan penurunan kemampuan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan,” ujar Gebyar, Selasa (9/6/2026).

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, PT PLN UP3 Depok terpaksa mengambil langkah penghentian sementara aliran listrik secara bergilir sesuai kondisi operasional sistem di wilayah terdampak.

“Iya, beberapa pelanggan akan mengalami penghentian sementara aliran listrik yang disesuaikan dengan kondisi operasional sistem,” jelas Gebyar.

Komitmen Pemulihan Jaringan dan Permohonan Maaf

Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari pemadaman ini. Hingga saat ini, PLN terus melakukan pemantauan ketat serta penanganan cepat agar pasokan listrik kembali normal 100 persen.

“Informasi lebih lanjut terkait perkembangan penanganan dan pemulihan sistem akan disampaikan secara berkala melalui unit layanan setempat dan kanal resmi PLN,” terang Gebyar.

Sementara itu, insiden mati lampu dalam durasi cukup lama juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor, termasuk di kawasan padat Jalan Raya Pajajaran, yang memicu keluhan dari warga setempat.

Menanggapi kondisi di wilayahnya, Humas PLN Kota Bogor, Fajar Nugroho, membenarkan adanya penghentian aliran listrik tersebut. Namun, untuk wilayah Bogor, ia menyebut faktor utamanya adalah pemeliharaan infrastruktur secara berkala.

“Iya, memang sedang ada pemeliharaan jaringan,” ucap Fajar.

Saat ini, tim teknisi PLN Kota Bogor tengah bersiaga di lapangan untuk memulihkan kembali pasokan listrik. PLN berkomitmen mempercepat proses pemeliharaan jaringan agar aliran listrik ke rumah warga dan fasilitas publik dapat segera normal kembali.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |