Top 3: Intip Kekayaan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

17 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta -  Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Prof. Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga turut diganti setelah melalui proses monitoring dan evaluasi selama kurang lebih 1,5 tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan langsung keputusan perombakan tersebut dalam jumpa pers di Istana Negara. Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerja keras serta dedikasi ketiga pimpinan tersebut dalam membangun fondasi awal BGN.

Dadan Hindayana sendiri tercatat telah mengemban jabatan sebagai Kepala BGN selama 1 tahun 9 bulan. Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut pertama kali dilantik pada 19 Agustus 2024 silam oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menanggapi pencopotan dirinya, Dadan menyatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif mutlak Presiden Prabowo. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih serta mendoakan kesuksesan pemerintahan ke depan.

Berdasarkan dokumen LHKPN yang disampaikan pada 14 Maret 2025 untuk pelaporan khusus awal menjabat, total harta kekayaan Dadan tercatat mencapai Rp 9.022.400.000. Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang sehingga seluruh aset yang dilaporkan menjadi nilai kekayaan bersih.

Artikel Dicopot dari Kepala BGN, Intip Kekayaan Dadan Hindayana menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (4/6/2026):

1. Dicopot dari Kepala BGN, Intip Kekayaan Dadan Hindayana

Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Prof. Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga turut diganti setelah melalui proses monitoring dan evaluasi selama kurang lebih 1,5 tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan langsung keputusan perombakan tersebut dalam jumpa pers di Istana Negara. Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerja keras serta dedikasi ketiga pimpinan tersebut dalam membangun fondasi awal BGN.

Dadan Hindayana sendiri tercatat telah mengemban jabatan sebagai Kepala BGN selama 1 tahun 9 bulan. Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut pertama kali dilantik pada 19 Agustus 2024 silam oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menanggapi pencopotan dirinya, Dadan menyatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif mutlak Presiden Prabowo. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih serta mendoakan kesuksesan pemerintahan ke depan.

Berdasarkan dokumen LHKPN yang disampaikan pada 14 Maret 2025 untuk pelaporan khusus awal menjabat, total harta kekayaan Dadan tercatat mencapai Rp 9.022.400.000. Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang sehingga seluruh aset yang dilaporkan menjadi nilai kekayaan bersih.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Nilai Tukar Rupiah Sentuh 17.926 per Dolar AS Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun pada pembukaan perdagangan Rabu (3/6/2026), yang dipicu kombinasi sentimen internal dan eksternal. Salah satunya sentimen eksternal yang mempengaruhi kurs dolar yakni meningkatnya ketegangan AS dan Iran.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi 17.878 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.839 per dolar AS. Rupiah pun makin tertekan hingga menembus 17.926 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data RTI, dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.915.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan permintaan dolar AS di pasar.

Menurut Ibrahim, penguatan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor utama yang membebani rupiah. Harga minyak WTI tercatat berada di level US$ 94,58 per barel, sementara Brent crude oil menguat ke US$ 96,72 per barel.

"Saat ini rupiah sudah melemah 82 poin di Rp 17.921. Hari ini Rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya minyak mentah dunia WTI di US$ 94,58. Kemudian Brent crude oil ini pun juga mengalami penguatan di US$ 96,72," kata Ibrahim kepada Media, Rabu, 3 Juni 2026.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Harga Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Konflik Iran

Harga minyak dunia merangkak naik dalam perdagangan yang volatil pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Pergerakan ini terjadi seiring fokus pasar yang tertuju pada perkembangan konflik Iran, di mana Teheran tengah meninjau draf kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang.

Dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2026), harga minyak mentah berjangka Brent naik sekitar 1% dan ditutup pada level US$96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak hampir 2% ke posisi US$93,76 per barel. Padahal di awal sesi, kedua kontrak tersebut sempat melemah hingga lebih dari US$2.

Dengan kenaikan ini, kedua acuan harga minyak mentah tersebut berada di jalur menuju level penutupan tertinggi mereka sejak 26 Mei lalu.

Negosiasi Gencatan Senjata dan Kebuntuan Selat Hormuz

Media lokal Iran melaporkan bahwa Teheran sedang meninjau proposal perjanjian dengan AS untuk menghentikan perang. Meski demikian, pihak Iran dikabarkan belum berkomunikasi lagi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |