Harga Perak Antam Hari Ini 21 April 2026 Melonjak Rp 550, Intip Rinciannya

7 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan pergerakan positif pada Selasa, 21 April 2026. Logam mulia berwarna putih ini tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberikan sinyal penting bagi para pelaku pasar. Kenaikan ini sejalan dengan tren yang terjadi pada harga komoditas lain.

Pada perdagangan hari ini, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 550 per gram. Dengan kenaikan tersebut, harga perak Antam kini berada di level Rp 51.050 per gram. Angka ini menjadi patokan penting bagi investor maupun kolektor yang berencana melakukan transaksi jual beli perak.

Pergerakan harga perak Antam ini tidak berdiri sendiri. Kenaikan harga perak ini seirama dengan kenaikan harga emas Antam yang pada hari yang sama juga naik sebesar Rp 40.000 per gram. Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara kedua logam mulia tersebut dalam kondisi pasar saat ini.

Pergerakan Harga Perak Antam Terbaru

Harga perak Antam pada Selasa, 21 April 2026, mencapai Rp 51.050 per gram, setelah mengalami kenaikan Rp 550 dari perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin, 20 April 2026, harga perak Antam tercatat Rp 50.500 per gram, yang mana turun Rp 900 dari harga sebelumnya Rp 51.400 per gram. Kenaikan hari ini mengembalikan sebagian dari penurunan yang terjadi pada awal pekan.

Pergerakan harga perak ini seringkali menjadi indikator penting bagi investor yang mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data historis menunjukkan bahwa harga perak dapat berfluktuasi secara dinamis, seperti pada 9 April 2026, harga perak Antam sempat merosot Rp 1.400 menjadi Rp 47.050 per gram, dan pada 24 Maret 2026, harga melonjak Rp 600 menjadi Rp 44.450 per gram.

Kenaikan harga perak Antam hari ini juga sejalan dengan kenaikan harga emas Antam yang pada hari yang sama naik sebesar Rp 40.000 per gram. Kondisi ini mengindikasikan adanya sentimen positif yang melingkupi pasar logam mulia secara keseluruhan. Para analis pasar terus memantau pergerakan ini untuk memprediksi tren selanjutnya.

Produk Perak Antam untuk Investasi dan Industri

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menawarkan beragam produk perak yang melayani kebutuhan investor dan industri. Salah satu produk unggulan adalah Perak Butiran Murni 99,95%, yang cocok sebagai bahan baku untuk kerajinan dan industri perhiasan. Kemurnian tinggi ini menjamin kualitas produk akhir.

Untuk tujuan investasi, Antam menyediakan perak batangan dengan berbagai ukuran. Perak Batangan 250 gram, yang diproduksi dengan akurasi tinggi, dibanderol seharga Rp 13.287.500 (belum termasuk PPN 11%). Setelah ditambah PPN 11%, harganya menjadi sekitar Rp 14.707.500. Produk ini menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Selain itu, terdapat Perak Batangan 500 gram dengan harga Rp 25.650.000 (belum termasuk PPN 11%). Dengan PPN 11%, harga jualnya mencapai sekitar Rp 28.527.000. Antam juga memiliki produk Perak Antam Heritage, seperti perak 31,1 gram yang harganya sekitar Rp 2.146.351 (belum PPN) dan Rp 2.382.450 (termasuk PPN 11%). Produk-produk ini dapat ditemukan di situs resmi Logam Mulia.

Faktor Penentu Harga Perak Global dan Domestik

Pergerakan harga perak, baik di pasar global maupun domestik, dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental. Salah satu penentu utama adalah nilai tukar Dolar AS (XAG/USD). Penguatan dolar AS cenderung menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk perak.

Dinamika permintaan dan penawaran di pasar global juga memainkan peran krusial. Permintaan industri, terutama dari sektor energi surya, kendaraan listrik, dan elektronik (seperti 5G dan perangkat wearable), menjadi pendorong utama. Perak digunakan dalam panel surya, komponen otomotif, dan perangkat elektronik karena sifat konduktifnya. Sebaliknya, suplai perak global menghadapi tantangan, dengan defisit yang terus berlanjut karena produksi tambang yang sulit ditingkatkan dan proses daur ulang yang belum efisien.

Selain itu, kondisi ekonomi makro, minat investor terhadap aset safe haven, dan rasio Emas-Perak turut membentuk tren harga. Ketidakpastian ekonomi atau inflasi tinggi seringkali mendorong investor untuk beralih ke logam mulia seperti perak. Gejolak geopolitik, seperti ketegangan di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak, juga dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap komoditas, termasuk perak.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |