Lowongan Kerja 190 Ribu Petugas Sensus 2026 Marak di Medsos, Begini Kata BPS

3 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Informasi lowongan kerja terkait petugas Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2026 dengan jumlah kebutuhan jumbo tersebar di media sosial (Medsos). Dalam salah satu postingan di Facebook, ditulis bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) bakal melakukan rekrutmen hingga 190 ribu petugas. 

Menanggapi informasi tersebut, BPS memastikan informasi tersebut sama sekali tidak benar alias hoax.  

"Enggak, enggak ada. Itu pasti hoax," kata Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BPS Favten Ari Pujiastuti kepada Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Favten mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus terhadap Sensus Ekonomi 2026 yang bakal digelar pada Mei mendatang. "Jadi rekrutmen yang paling dekat itu sensus ekonomi. Tapi ini kami masih berproses, belum ada pengumuman," ujarnya. 

Adapun penyelenggaraan Susenas biasanya dilakukan sebanyak dua kali oleh BPS dalam setahun, yakni pada Maret dan September. Namun begitu, Favten bilang bahwa informasi palsu tentang perekrutan petugas survei ekonomi nasional memang kerap menyeruak di waktu yang tak tepat. 

Untuk diketahui, BPS dalam waktu dekat akan segera menggelar Sensus Ekonomi 2026, alias survei ke-5 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak 1986. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026. 

Pemetaan Kondisi Ekonomi Nasional Terkini

Sekretaris Utama BPS Zulkipli mengatakan, melalui Sensus Ekonomi 2026 pihaknya bakal memetakan kondisi terkini perekonomian nasional, termasuk berbagai perubahan yang terjadi pasca pandemi Covid-19. 

"Dengan pelaksanaan sensus ini kita akan mengetahui dari level yang terkecil sampai dengan level yang terbesar, terkait perkembangan ekonomi yang sekarang terjadi. Sehingga banyak hal nantinya akan kita dapatkan dari hasil Sensus Ekonomi ini," ujarnya di Kantor Pusat BPS pada 25 Februari 2026 lalu. 

Dalam pelaksanaannya, BPS menyiapkan anggaran yang cenderung lebih kecil dari kegiatan serupa yang digelar pada 2016 lalu, yang menghabiskan sekitar Rp 2,4 triliun. "Kalau saya tidak salah itu sekitar Rp 1,3 triliun untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," imbuhnya. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |