Harga Emas Antam Hari Ini 9 Februari 2026 Menguat Rp 20.000, Cek Rinciannya di Sini

19 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam kembali menguat pada perdagangan Senin, (9/2/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 20.000. Dengan demikian, selama dua hari, harga emas Antam sudah melonjak Rp 50.000.

Mengutip logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.940.000,00 per gram. Pada perdagangan Sabtu pekan lalu, harga emas Antam dibanderol Rp 2.920.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam naik Rp 28.000. Hari ini harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.734.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.734.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Senin, 9 Februari 2026 untuk pengiriman Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.520.000.‎
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.940.000.‎
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.830.000.‎
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.727.000.‎
  • Harga emas 5 gram: Rp 14.515.000.‎
  • Harga emas 10 gram: Rp 28.950.000.‎
  • Harga emas 25 gram: Rp 72.210.000.‎
  • Harga emas 50 gram: Rp 144.255.000.‎
  • Harga emas 100 gram: Rp 288.360.000.‎
  • Harga emas 250 gram: Rp 720.590.000.‎
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.440.900.000.‎
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.880.600.000.

Prediksi Harga Emas Antam

Sebelumnya, pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan bergerak tidak stabil pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. 

Pergerakan harga dinilai akan dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang masih saling tarik-menarik. Ia menyebutkan, peluang kenaikan harga emas Antam tetap terbuka. Jika tekanan beli menguat, harga emas berpotensi mendekati level psikologis Rp 2.800.000 per gram dalam waktu dekat.

"Apabila harga emas Antam naik, resistance pertama di Rp 2.800.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Menurut Ibrahim, area tersebut menjadi titik resistansi awal. Apabila berhasil dilewati, kenaikan lanjutan memungkinkan harga emas menyentuh kisaran Rp 2.900.000 per gram sebagai target berikutnya.

"Apabila naik kembali, resistance kedua yaitu di 5.170 dolar per troy ounce, logam mulianya itu adalah di Rp 2.900.000 per gram," ujarnya.

Risiko Koreksi dan Level Support Harga Emas

Di sisi lain, Ibrahim menilai harga emas Antam juga menghadapi potensi koreksi. Tekanan jual dapat menyeret harga turun menuju area support pertama di sekitar Rp 2.725.000 per gram.

Jika pelemahan berlanjut, level support selanjutnya diperkirakan berada di kisaran Rp 2.620.000 per gram. Area ini dinilai cukup krusial karena dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

"Apabila harga emas dunia turun rentang support pertamanya itu di 4.831 dolar AS per troy ounce. Kemudian logam mulianya (diperkirakan) di 2.725.000 per gram," ujarnya.

Ia menjelaskan, harga emas dunia pada akhir pekan lalu berada di level 4.964 dolar AS per troy ounce, sementara harga emas di pasar domestik tercatat sekitar Rp 2.761.000 per gram. Posisi tersebut menjadi pijakan awal untuk membaca potensi pergerakan harga emas ke depan.

Faktor Global dan Sentimen Pasar Internasional

Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas global saat ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Salah satunya adalah penundaan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Selain itu, kebijakan bank sentral utama dunia seperti Bank of England dan Bank Sentral Eropa yang masih mempertahankan suku bunga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan emas. Dari sisi geopolitik, tensi di Timur Tengah sempat mereda, meski risiko konflik dinilai belum sepenuhnya hilang.

Ibrahim juga menyoroti dinamika politik global, mulai dari pernyataan Iran terkait potensi serangan balasan, prediksi perdamaian Rusia–Ukraina, hingga isu hubungan AS dan China. Ia menilai berbagai intrik tersebut berpotensi kembali mendorong minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

"Ini juga sebenarnya intrik-intrik yang kemungkinan ke depannya akan membuat harga emas dunia mengalami kenaikan," pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |