Jerome Powell Memperingatkan CEO Bank Terkait Risiko Model Anthropic

10 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Scott Bessent mengadakan pertemuan mendesak dengan CEO bank pekan ini. Pertemuan ini untuk memperingatkan tentang risiko siber yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terbaru Anthropic.

Hal itu menurut sumber pada Kamis, 9 April 2026 seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (10/4/2026).

Anthropic meluncurkan model Mythos yang canggih awal pekan ini tetapi tidak merilisnya secara luas. Hal ini dengan alasan kekhawatiran hal itu dapat mengungkap kerentanan keamanan siber yang sebelumnya tidak diketahui.

Sumber ketiga yang dekat dengan masalah itu mengulangi upaya Anthropic. Ia menyebutkan, perusahaan itu secara proaktif memberi pengarahan kepada pejabat senior pemerintah Amerika Serikat (AS) dan pemangku kepentingan industri utama tentang kemampuan Mythos sebelum peluncurannya.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Departemen Keuangan di Washington pada hari Selasa bertujuan untuk memastikan bank-bank menyadari risiko yang ditimbulkan oleh Mythos dan model serupa dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi sistem mereka, kata salah satu sumber.

Seorang sumber menyebutkan, undangan dikirim sementara sebagian besar CEO bank-bank terbesar AS sudah berada di Washington untuk menghadiri pertemuan lain.

Akses ke Mythos akan dibatasi untuk sekitar 40 perusahaan teknologi, termasuk Microsoft dan Google, demikian pernyataan perusahaan rintisan tersebut.

Bloomberg News, yang pertama kali melaporkan masalah ini pada Kamis, mengatakan kalau CEO Citigroup, Morgan Stanley, Bank of America, Wells Fargo, dan Goldman Sachs hadir. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, tidak dapat bergabung, menurut salah satu sumber kepada Reuters.

Goldman Sachs dan Federal Reserve menolak berkomentar. Departemen Keuangan, para pemberi pinjaman, dan Anthropic tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Drama Takhta The Fed: Senator AS Bela Jerome Powell dari Tuduhan Kriminal

Sebelumnya, Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, kembali menjadi sorotan setelah Ketua Komite Perbankan Senat AS, Senator Tim Scott, menyatakan keyakinannya bahwa Powell tidak melakukan kejahatan apa pun dalam kesaksiannya di hadapan Senat.

Dilansir dari CNBC, Kamis (05/02/2026), pernyataan tersebut muncul di tengah berlangsungnya penyelidikan Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang berfokus pada kesaksian Powell terkait sejumlah isu sensitif, termasuk proyek renovasi kantor pusat The Fed yang menelan biaya miliaran dolar.

Dalam situasi politik dan ekonomi yang semakin memanas, isu ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menyangkut kredibilitas dan independensi bank sentral AS. Powell selama ini kerap menjadi sasaran kritik Presiden Donald Trump, terutama terkait kebijakan suku bunga dan arah moneter yang dinilai tidak sejalan dengan preferensi Gedung Putih.

Penyelidikan terhadap Ketua Fed pun dipandang sebagian pihak berpotensi menambah tekanan politik terhadap institusi yang seharusnya independen tersebut.

Meski mengakui adanya kesalahan dan ketidaksiapan Powell dalam sidang Komite Perbankan pada Juni lalu, Scott menegaskan bahwa ketidakmampuan atau keputusan yang buruk tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

Sikap Scott ini sekaligus menjadi pembelaan penting bagi Powell, di saat pemerintahan Trump mendorong perubahan kepemimpinan di Federal Reserve dan mengajukan Kevin Warsh sebagai calon ketua Fed berikutnya.

Ketidakpastian ini turut menjadi perhatian pelaku pasar keuangan global, mengingat stabilitas kepemimpinan The Fed memiliki dampak besar terhadap kebijakan moneter, pergerakan suku bunga, dan sentimen investasi.

Tim Scott: Powell Salah, Tapi Bukan Kriminal

Dalam wawancara dengan Fox Business, Senator Tim Scott secara terbuka mengkritik kinerja Powell. Ia menyatakan bahwa sudah waktunya Federal Reserve dipimpin oleh ketua baru dan menilai Powell tidak becus dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian, Scott menegaskan ketidakbecusan Powell bukanlah tindakan kriminal.

“Saya tidak percaya bahwa dia melakukan kejahatan selama persidangan,” ujar Scott.

Ia menambahkan bahwa pertanyaan yang kini menjadi fokus penyelidikan DOJ adalah pertanyaan yang juga ia ajukan langsung kepada Powell dalam sidang Komite Perbankan Senat.

Scott juga memprediksi bahwa Senator Republik Thom Tillis dari Carolina Utara pada akhirnya akan mengakhiri blokade terhadap Kevin Warsh, calon Ketua Fed pilihan Presiden Trump. Saat ini, Tillis menolak memajukan nominasi Warsh sebelum penyelidikan terhadap Powell dihentikan.

Tillis menegaskan sikapnya dalam wawancara dengan CNBC, menyatakan ia siap mempertahankan pemblokiran tersebut demi menjaga independensi Federal Reserve dari tekanan politik eksekutif.

“selama sisa masa Kongres ini, jika itu yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran dan menjaga agar The Fed tetap independen dari pengaruh cabang eksekutif, " tegas Tillis.

Bersitegang Antar Kubu

Presiden Donald Trump sendiri mendesak agar penyelidikan terhadap Powell terus dilanjutkan hingga tuntas. Ia juga menyindir posisi Tillis yang akan pensiun dari Kongres pada Januari mendatang, mengingat sikapnya dapat menentukan lolos tidaknya nominasi Kevin Warsh ke pemungutan suara penuh Senat.

Dalam sebuah pernyataan video, Powell mengonfirmasi Federal Reserve menerima surat panggilan dewan juri dari DOJ yang mengancam dakwaan pidana terkait kesaksiannya.

Namun ia menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak berkaitan langsung dengan renovasi gedung The Fed, melainkan berakar pada keputusan kebijakan suku bunga yang diambil berdasarkan penilaian terbaik untuk kepentingan publik, bukan preferensi presiden.

“Saya yakin kita akan menyelesaikan masalah itu. Kita akan terus maju, dan Thom Tillis akan memilih Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya. Itulah prediksi saya,” kata Scott.

“Saya yakin kita dapat menyelesaikan masalah Jay Powell dan terus maju dengan dukungan kuat dari semua anggota Partai Republik di komite,” ia menambahkan. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |