PHE Dominasi Produksi Minyak Nasional, Kontribusi Capai 65 Persen

12 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat kontribusi besar terhadap produksi migas nasional sepanjang 2025. Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya produktivitas aset yang dikelola perseroan.

"PHE mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas, namun kita bisa memberikan kontribusi cukup signifikan dengan 65 persen produksi minyak dan 35 persen lifting gas nasional," ujar Edi saat media gathering Subholding Upstream 2026 di Golden Tulip Holland Resort Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, produksi migas PHE saat ini mencapai sekitar 1 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD), dengan kontribusi minyak sebesar 557 ribu BOEPD. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 ribu BOEPD berasal dari produksi domestik, sedangkan sisanya disumbang aset PHE di luar negeri, termasuk dari Malaysia, Irak, dan Aljazair.

Menurut Edi, PHE menargetkan peningkatan produksi minyak pada 2026 menjadi 595 ribu barel per hari dari realisasi sebelumnya 557 ribu barel per hari. Untuk produksi domestik, perusahaan membidik kenaikan dari sekitar 300 ribu BOEPD menjadi 404 ribu BOEPD tahun ini.

Untuk mengejar target tersebut, PHE akan mempertahankan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi secara agresif, termasuk menjaga kegiatan pengeboran, workover, dan well intervention pada level tinggi. Aktivitas seismik 2D, 3D, eksplorasi, dan eksploitasi juga dipertahankan, dengan target pengeboran sekitar 800 sumur.

"Kita sadari decline rate dari existing produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua," ungkap Edi.

Ia menambahkan, peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari komitmen PHE menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk gejolak geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, penguatan produksi domestik penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.

Selain menjaga produksi migas konvensional, PHE juga menjalankan strategi dual growth dengan mengembangkan bisnis rendah karbon seperti carbon capture and storage (CCS) serta carbon capture, utilization, and storage (CCUS). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis energi sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |